Produk lokal juga tidak kalah saing dengan merek luar negeri. Misalnya, kosmetik Puspa Nature asal Kabupaten Sumbawa, NTB. Produk ini berupa masker badan yang berbahan dasar lulur asam Jawa. “Pasar produk ini justru didominasi di luar NTB. Seperti Jawa Timur, Yogyakarta, hingga Kalimantan. Begitupun para resellernya se-Indonesia,” jelas Windi Dwi Maelani, selaku pemilik produk Puspa Nature.
Dia mengisahkan awal mendirikan industri kosmetik. Itu semua berangkat dari hobi luluran. Akhirnya tercetus ide untuk menjual produk ini. Pabriknya berada di Sumbawa dan mempekerjakan empat orang karyawan dan satu orang spesialis farmasi.
Sebelum Korona, dia mampu memproduksi hingga 1000 pcs dalam sebulan. Kini hanya 500-700 pcs saja. “Omzet pun menurun. Sekitar Rp 7 juta sampai Rp 10 jutaan saja perbulan,” katanya.
Ia mulai menjual produknya sejak 2018 lalu. Menyasar kalangan menengah ke atas dengan harga yang dibanderol Rp 95 ribu per 150 gram.
Dalam waktu dekat akan dihadirkan kemasan 50 gram dengan harga lebih terjangkau. Kemasannya unik. Hasil impor dari negara China. Kotak hingga stiker yang digunakan pun sudah berkualitas premium. Dengan harapan, konsumen lokal bisa mengenal reputasinya sebagai produknya. “Apalagi di Indonesia belum ada pabrik kemasan yang dibuat seperti ini,” katanya.
Dia menjelaskan, produk itu mampu mengangkat sel kulit mati, mencerahkan wajah, lembut, kenyal, menghilangkan jerawat dan beragam permasalahan kulit lainnya. Kandungannya alami sehingga cocok untuk segala jenis tipe kulit. ’’Sudah sudah mengantongi izin BPOM. Kami bekerja sama dengan pihak asal Yogyakarta menjadikan Puspa Nature menjelma menjadi brand yang cukup terkemuka,’’ terangnya.
“Pemasaran tetap dilakukan di media sosial. Rutin foto model, endorsement, hingga marketplace,” jelas wanita 26 tahun ini.
Saat ini produk Puspa Nature sedang mempersiapkan diri berpartisipasi di pameran online dan offline NTB Mall. Juga sudah menyabet 50 besar finalis Lomba Wirausaha Muda oleh ICSB NTB. Ia berharap, produk-produk lokal bisa kompetitif di pasar Indonesia. Didukung penggunaaannya oleh masyarakat setempat. Sehingga industri tanah air bisa tumbuh, berkembang, dan mampu bersaing dengan kosmetik impor yang kini lebih banyak menguasai pasar. “Saya harap masyarakat NTB juga lebih gencar menggunakan produk lokal,” imbuhnya. (eka/r8) Editor : Administrator