Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BBPOM di Mataram Advokasi Pro PN Keamanan Pangan 2024 di Kota Bima

Kimda Farida • Selasa, 6 Februari 2024 | 11:52 WIB
KOMITMEN BERSAMA: Sekda Kota Bima, Kepala BBPOM di Mataram, kepala OPD dan para lurah di Kota Bima siap mendukung pelaksanaan Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan di wilayahnya.
KOMITMEN BERSAMA: Sekda Kota Bima, Kepala BBPOM di Mataram, kepala OPD dan para lurah di Kota Bima siap mendukung pelaksanaan Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan di wilayahnya.

LombokPost--Kota Bima menjadi salah satu lokus intervensi Program Prioritas Nasional (Pro PN) Keamanan Pangan tahun 2024 Balai Besar POM (BBPOM) di Mataram. Pada Senin, (5/2), digelar kegiatan advokasi bersama seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mensosialisasikan dan penggalangan dukungan komitmen Pemda terhadap program Keamanan Pangan.

Diketahui, tiga Pro PN yang diinisiasi Badan POM yaitu Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas dan Sekolah dengan PJAS Aman.

Kegiatan advokasi di Kota Bima juga dihadiri Koordinator Kelompok Substansi Peningkatan Peran Pemerintah Daerah di Bidang Pangan Olahan BPOM RI Ruki Fanaike. Dia sekaligus sebagai salah satu narasumber. 

Kegiatan advokasi dibuka Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. H. Mukhtar, MH. mewakili Pj. Walikota Bima. Turut hadir pada pertemuan tersebut OPD di lingkup Kota Bima, Kepala Loka POM di Bima, Kanwil Kemenag Kota Bima, TP PKK, Camat Mpunda dan Camat Rasanae Barat, Lurah Manggemaci, Lurah Dara, Lurah Lewirato, Kepala Pasar Amahami, serta para kepala sekolah yang menjadi sasaran Intervensi Kemanan Pangan tahun 2024. 

Dalam sambutannya Kepala BBPOM di Mataram Yosef Dwi Irwan menyampaikan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap individu dan dijamin dalam UUD 1945.

“Tentunya untuk mewujudkan ketersediaan pangan yang aman dan bermutu Badan POM tidak bisa bekerja sendiri/single player, karena masalah keamanan pangan merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai suatu bangsa. Perlu ada upaya kolaboratif bersama seluruh pemangku kepentingan, yang salah satunya melalui intervensi Keamanan Pangan terpadu dan berbasis komunitas,” kata Yosef.

Kegiatan Pro PN Keamanan Pangan yang akan dilaksanakan juga sejalan dengan Inpres No. 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), di mana dilakukan upaya untuk mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan komunitas sampai ke level keluarga.

 “Program ini juga mendukung upaya pengentasan stunting melalui pemberdaayan komunitas remaja putri dan ibu rumah tangga serta menggerakan ekonomi kerakyatan melalui intervensi kepada UMKM pangan”, lanjut Yosef.

TANYA JAWAB: Kegiatan advokasi bersama seluruh pemangku kepentingan di Kota Bima dalam rangka mensosialisasikan dan penggalangan dukungan komitmen Pemda terhadap program Keamanan Pangan, Senin (5/2).
TANYA JAWAB: Kegiatan advokasi bersama seluruh pemangku kepentingan di Kota Bima dalam rangka mensosialisasikan dan penggalangan dukungan komitmen Pemda terhadap program Keamanan Pangan, Senin (5/2).

Dia menambahkan, masalah Keamanan Pangan jika tidak ditangani maka dapat berdampak pada aspek kesehatan, ekonomi, ketahanan nasional dan daya saing bangsa. Hal ini tentu menjadi kewajiban bersama, terutama pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan yang aman, bermutu dan bergizi. 

Sekda Kota Bima Drs. H. Mukhtar, MH. menyampaikan bahwa program Intervensi Keamanan Pangan ini begitu penting dan besar manfaatnya bagi masyarakat Kota Bima terutama dalam mendukung derajat kesehatan mereka. Program ini juga termasuk sebagai upaya penanganan stunting sehingga perlu sinergitas dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.

Baca Juga: Bukti Dukungan Masyarakat NTB Terhadap Pertumbuhan Bank NTB Syariah

Diharapkan semua pihak bisa tetap mengawal keberlanjutannya serta mereplikasi program ini di desa, pasar dan sekolah lainnya di Kota Bima. “Kami berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan Program Keamanan Pangan ini dengan baik dan optimal, termasuk keberlanjutan serta replikasi program,” ujar Mukhtar. 

Permasalahan Keamanan Pangan yang masih sering terjadi di masyarakat, antara lain : masih ditemukan pangan mengandung bahan berbahaya seperti Formalin, Boraks, dan Rhodamin B, terjadinya kasus keracunan pangan akibat cemaran mikroba karena hygiene dan sanitasi yang buruk, pengunaan bahan tambahan pangan seperti pemanis dan pengawet yang melebihi batas, ataupun pangan kedaluarsa. Tentunya jika pangan tersebut dikonsumsi dapat beresiko terhadap kesehatan.

”Aspek strategis pangan terkait kesehatan, ekonomi, dan ketahanan nasional harus menjadi perhatian bersama. Pangan yang aman, bermutu dan bergizi sangat mendukung daya saing generasi penerus untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata sekda.

Dia juga berharap nantinya ada perwakilan kelurahan, Sekolah dan Pasar dari Kota Bima yang akan menorehkan prestasi sebagai juara dalam lomba tingkat Nasional yang diselenggarakan BPOM Pusat. 

Pada kegiatan advokasi juga dilakukan penyerahan rapid test kit oleh Kepala BBPOM di Mataram kepada Lurah Manggemaci, Lurah Dara, Lurah Lewirato, dan Kepala Pasar Amahami. Nantinya alat tersebut dapat dimanfaatkan para Kader Keamanan Pangan untuk uji cepat deteksi bahan berbahaya dalam pangan. 

Selain itu juga  dilaksanakan penandatangan komitmen bersama antara Pj. wali kota Bima yang diwakili sekda Kota Bima, Kepala BBPOM di Mataram, kepala OPD dan para lurah yang wilayahnya menjadi lokus intervensi program Pro PN terkait implementasi dan keberlanjutan program serta replikasi program. 

“Saya yakin dengan komitmen yang ditujukan oleh Bapak Pj Walikota, Bapak Sekda dan OPD yang hadir, 3 program Keamanan Pangan ini akan  terus berkelanjutan dan direplikasikan di kelurahan, pasar dan sekolah lain di wilayah Kota Bima, yang tentunya akan meningkatkan akses keamanan pangan, meningkatkan ekonomi keluarga berbasis kearifan lokal serta mampu mengembangkan produk pangan unggulan daerah berbasis keamanan pangan” ujar Yosef. (rizal/adv)

Editor : Kimda Farida
#keamanan pangan #BBPOM Mataram