LombokPost-Raihan Omar Hasani Daeng Mas Madinah dinobatkan sebagai Datu Rajamuda Kesultanan Sumbawa.
Prosesi pengangkatan Rajamuda dilakukan dengan upacara adat di istana Dalam Loka, kemarin.
Prosesi adat ini menandai peristiwa bersejarah yang kembali diadakan setelah 126 tahun, sejak terakhir pada tahun 1898.
Upacara pengangkatan Datu Rajamuda yang juga cucu Sultan Muhammad Kaharuddin IV ini menjadi bagian dari tradisi panjang Kesultanan Sumbawa yang bertujuan untuk menyiapkan calon penerus kepemimpinan.
Sekretaris Majelis Adat LATS Yuli Andari Merdikaningtyas menekankan pentingnya sinergi antara kesultanan dan pemerintah dalam pelestarian budaya.
”Pengangkatan Datu Rajamuda ini untuk menjaga dan melestarikan adat, budaya, dan menjaga marwah Tau ke Tana Samawa,” kata.
Sederetan acara mewarnai upacara prosesi adat yang diawali dengan Sanapat Pelasan Kamutar dan penyampaian Surat Keputusan (SK) penunjukkan Datu Rajamuda.
Prosesi dilanjutkan dengan Satenri Manik (sampaikan amanah).
Sultan Muhammad Kaharuddin IV memberikan amanah kepada Raihan Omar Hasani Daeng Mas Madinah untuk mengemban tanggung jawab sebagai putra mahkota.
Selanjutnya, Pasangkeling Sangka Manik menjadi momen jawaban kesiapan Datu Rajamuda. Disusul Sakena Parewa, pemakaian atribut Datu Rajamuda. Upacara kemudian berlanjut dengan istilah Jeruk Ai Oram, sebuah prosesi penyucian diri oleh para sesepuh perempuan Kesultanan Sumbawa.
Upacara ini dihadiri berbagai tamu undangan dari latar belakang kesultanan, pemerintah, dan swasta, termasuk Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) YM Brigjen Pol (Purn) Andi Aflus Mapparessa, Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah, dan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW Musyafirin.
Dengan pelantikan ini, Kesultanan Sumbawa berharap dapat memperkuat peran adat dan budaya dalam menghadapi tantangan era modern. Upacara sakral yang dibatasi hanya untuk 100 tamu undangan ini juga menekankan pentingnya pelestarian bangunan bersejarah. Mengingat Istana Dalam Loka telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya.
”Acara hari ini menandai babak baru dalam sejarah Kesultanan Sumbawa. Dengan harapan besar bahwa tradisi dan budaya dapat terus lestari dan menjadi panduan dalam kehidupan masyarakat Sumbawa,” tandasnya. (bia/r8)
Editor : Kimda Farida