alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Gizi Buruk Butuh Penanganan Sejak Dini

SELONG-Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur mengklaim angka gizi buruk di Gumi Patuh Karya terus menurun. Kepala Dikes Lotim drg Asrul Sani mengatakan, kasus gizi buruk dari yang dulunya berjumlah ratusan, saat ini tinggal puluhan. “Terakhir yang di Aikmel sudah kita tangani,” terangnya.

Dijelaskan, pasien bersangkutan sudah berkunjung ke puskesmas dan mendapat pelayanan di RSUD dr Soedjono Selong. Selanjutnya akan terus melakukan kontrol dan menunggu bantuan relawan untuk mendapatkan pengobatan lanjutan. Baik ke rumah sakit provinsi atau bisa ke luar daerah.

Berbicara mengenai hal tersebut, ia menyatakan, permasalahan gizi buruk dengan stunting yang angkanya juga masih tinggi. Kata Asrul, persoalan gizi menyangkut dua hal. Pertama, kekurangan dan kedua kelebihan. Di beberapa tempat, dua kasus itu bisa jadi ditemukan di daerah yang sama. “Hal itu wajar, tergantung pola hidup masyarakat,” terangnya.

Adapun untuk penanganan gizi buruk, Asrul mengatakan, sifatnya tidak bisa instan. Sebab gizi buruk tidak terjadi tiba-tiba, melainkan butuh proses. Bisa berbulan-bulan, atau bahkan tahunan. Artinya, di sinilah pentingnya pemantauan pertumbuhan balita yang lebih baik. “Tentunya kita mendorong masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk memperhatikan hal ini,” harapnya.

Perhatian lebih itu mulai dari memperhatikan kesehatan bayi sejak dalam kandungan. Rajin memantau pertumbuhan bayi juga diharuskan. Selain itu, makanan bergizi juga tak boleh diremehkan. Selain itu juga terkait jaminan kesehatan.

Kata Asrul, gizi buruk tidak hanya murni masalah gizi, tapi banyak juga disebabkan oleh adanya penyakit penyerta. Misalnya, kelainan jantung, gangguan otak, dan penyakit lainnya. “Seperti yang di Aikmel ini, kita curigai mengalami kelainan di otak,” ujarnya.

Itulah sebabnya setiap kasus membutuhkan penanganan yang lebih intensif. Terutama informasi di tingkat dusun dan desa. Ia mengatakan, jika tidak sedikit yang disebabkan oleh minimnya informasi dari bawah. “Saya rasa ini yang masih menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama,” kata Asrul. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks