alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Pembunuhan Warga Wakan Jerowaru, Polisi : Korban dan Pelaku Salah Paham!

SELONG—Kurang dari 24  jam, Polisi berhasil mengungkap kasus  pembunuhan  Ketua Badan Keamanan Desa (BKD) Wakan, Kecamatan Jerowaru, Maskur. Sebelumnya jasad Maskur ditemukan tewas bersimbah darah Rabu (29/4) dini hari.

Tim gabungan Reskrim Polres Lotim, Resmob Lombok Tengah dan Resmob Polda NTB berhasil menangkap tersangka Rabu (29/4) siang. Polisi menangkap  tiga orang dan  seorang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka. Yakni seorang pria berinisial A, 65 tahun warga Dusun Montong Lesun Desa Semoyang Praya Timur, Loteng.

Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sinatrio dalam keterangan persnya menyebut hasil penyelidikan sementara kasus penganiayaan yang berujung kematian ini berawal dari salah paham.

Kasus bermula dari hilangnya dua ekor kerbau milik Amaq Har, warga Dusun Embung Kao Desa Wakan, Jerowaru, Lotim. Saat itulah korban bersama dua rekannya turun membantu pencarian hingga areal persawahan antara Dusun Tuping Desa Wakan dengan Montong Lesun Desa Semoyang, Loteng.

Saat itu korban melihat tiga orang yang secara kebetulan mengaku tengah melakukan ronda malam.  Disinilah petaka terjadi. Menurut polisi dua kelompok ini salah paham . Korban mengira tiga orang di hadapannya pelaku pencurian demikian sebaliknya.

Saling sorot menggunakan senter menambah tensi ketegangan hingga akhirnya terjadi penyerangan.  Korban langsung tersungkur akibat luka parah hujaman senjata tajam di areal persawahan.

“ Tersangka dan barang bukti sudah kami amankan di Mapolres Lombok Timur, untuk pengembangan dan proses lebih lanjut,” kata kapolres dalam keterangan persnya kepada media, Kamis kemarin.

Meski demikian Polisi masih mendalami kasus ini. Polisi masih terus mendalami segala kemungkinan. Termasuk memburu para pelaku pencurian kerbau milik Amaq Har. (radarmandalika/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks