alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

HKTI NTB Putus Kontrak Dua Perusahaan dalam Program Penggemukan Sapi

SELONG-Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) NTB membatalkan perjanjian kerja sama jual beli sapi bakalan impor Australia dengan PT Karya Hoki dan PT Mineral Energi Mulia. Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat Pengurus DPD HKTI NTB, dan konsultasi dengan pengurus pusat HKTI.

“Berdasarkan hal itu, kami memutuskan untuk membatalkan perjanjian dengan pihak penjual karena mereka melakukan wan-prestasi,” kata Sekretaris DPD HKTI NTB Iwan Setiawan pada Lombok Post, Selasa (1/2).

Dijelaskan, keputusan itu dilakukan pihaknya karena kedua perusahaan penjual yang bertindak selaku pihak pertama dalam perjanjikan tersebut dinilai tidak melakukan hak dan kewajiban para pihak sesuai dalam isi perjanjian. Kata Iwan, hal tersebut tertuang dalam pasal 9, ayat 1 dan 2, di mana lambannya proses yang dilakukan kedua perusahaan tersebut selaku penjual telah mengakibatkan kerugian bagi DPD HKTI NTB. “Kami dirugikan secara materil dan imateril selaku pihak pembeli,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Gunung Sepang Lotim Tagih Janji Program Penggemukan Sapi HKTI NTB

Pengajuan surat pembatalan kontrak kerja sama itu akan dilayangkan hari ini (2/2. Setelah mengajukan hal tersebut, pihaknya akan menunggu respons dari kedua perusahaan terkait.

Jika responsnya baik, maka akan ada upaya perbaikan dari kedua belah pihak. Namun jika tidak baik, maka pemutusan tersebut akan dilanjutkan. “Tentu kami berharap pemutusan ini dilanjutkan. Karena masih banyak perusahaan yang akan kami ajak bekerjasama,”  terang Iwan.

Kendati demikian, ke depan pihaknya akan lebih berhati-hati dalam memilih perusahaan penjual sapi impor. Sejauh ini, ada sekitar 10 perusahaan di Indonesia yang melakukan jual beli hewan ternak. Inilah yang nantinya akan diupayakan untuk melanjutkan program penggemukan sapi yang sudah terlanjut berjalan dan diharapkan oleh puluhan ribu peternak di Lombok.

Iwan menegaskan, pihaknya akan tetap menjaga harapan para peternak. Di Lotim sendiri, sudah ada 25 ribu peternak yang terdaftar. Selain harapan besar para petani, investasi HKTI NTB dalam program penggemukan sapi impor ini juga dikatakan sudah mencapai milyaran rupiah. Salah satunya lahan untuk Instalasi Karantina Hewan Sementara (IKHS) di Sekotong, Lombok Barat.

Baca Juga :  Perpustakaan Kini Dalam Genggaman

Karena itu, langkah memutuskan kerja sama dengan dua perusahaan yang sampai saat ini tidak mengindahkan isi perjanjian dinilai sudah sangat tepat. “Dengan langkah ini, kami bisa segera bisa membuka komunikasi dengan perusahaan lain yang lebih terpercaya,” jelasnya.

Program penggemukan sapi HKTI NTB sendiri dicanangkan sejak 2020 lalu. Program tersebut bertajuk 10 juta sapi. Secara teknis, program penggemukan ini disambut dengan riang gembira oleh peternak. Karena selain tidak membutuhkan persyaratan yang sulit, hasil dari penggemukan juga diterima 100 persen oleh peternak. (tih/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/