alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Dua Bulan, 27 Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan lalu lintas

SELONG-Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) merupakan faktor terbesar ke lima di dunia yang menyebabkan orang meninggal dunia. Di NTB, Lombok Timur merupakan penyumbang terbesar angka kematian tersebut. “Dalam dua bulan di tahun ini saja, sudah ada 27 orang yang meninggal dunia akibat lakalantas,” kata Kasatlantas Polres Lotim AKP Ryan Faisal kepada Lombok Post, kemarin (1/2).

Posisi paling rawan atau banyak menjadi tempat kecelakaan justru terjadi di jalan-jalan kecil. Kata Ryan, jalan bagus di perkampungan menyebabkan pengendara melaju kencang. Namun sedikit pun tak menghiraukan keselamatan diri. Salah satu bukti dari ketaksadaran itu adalah tak mengenakan helm.

Karena itulah, helm merupakan aturan berkendara yang secara ketat dijaga baik oleh petugas Satlantas. Penilangan justru bukan hanya karena hanya karena tidak patuh membayar pajak kendaraan, atau melanggar rambu-rambu lalu lintas. Akan tetapi disebabkan oleh hal sederhana tadi. “Padahal ini bukan untuk kami para petugas. Tapi untuk keselamatannya sendiri,” terangnya.

Karena itu, belum lama ini Kepala Kejari Selong Tri Cahyo Hananto ikut berkampanye tentang keselamatan berlalu lintas melalui media sosial. Kampanye tersebut sekaligus untuk menyambut Milineal Road Safety Festival 2019.

Ia menerangkan, ada sebanyak 388 kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang 2018 di Lotim. Hal tersebut lebih banyak terjadi pada generasi muda atau yang kini disebut milenial. Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam meningkatakan kesadaran pentingnya menjaga keselamatan berlalu lintas.

Tentu tak hanya berkaitan dengan urusan tilang menilang saja, akan tetapi yang jauh lebih penting yakni meningkatkan kesadaran tersebut. “Bantu kami, terutama pihak kepolisian untuk menurunkan angka lakalantas,” kata Cahyo. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks