alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Heru: Pantai Harus Dijaga Ketat!

SELONG-Disnakeswan Lombok Timur secara teknis telah bertindak aktif dalam mencegah masuknya hewan penular rabies (HPR) ke Gumi Patuh Karya. Kabid Kesehatan Hewan Disnakeswan Lotim drh Heru Rachmadi sudah jauh-jauh hari menegaskan lampu kuning untuk Lombok. “Karena itu, semua pantai semestinya ada penjagaan,” kata Heru.

Ia menerangkan, jika Lombok sudah terkepung. Bali, NTT sudah lama tak bebas rabies. Sementara sekarang Sumbawa sudah terjangkit. Maka tinggal menunggu waktu saja. Lombok sangat memungkinkan untuk terjangkiti. Karena itu, penting untuk memperhatikan populasi HPR. Terutama di daerah pantai.

“Kebiasaan nelayan itu membawa anjing. Tidak hanya di Kayangan saja yang mesti diwaspadai. Tapi juga sepanjang pesisir pantai tempat nelayan dari luar bisa berlabuh,” terangnya.

Biasanya, di mana ada sampah di sana anjing liar akan berkumpul. Akan sangat sulit untuk mengantisipasi HPR khususnya anjing di Lombok untuk tidak terjangkit rabies. Karena jarang sekali hewan yang berpemilik di Lombok. Selain itu, populasinya juga banyak.

Dengan kondisi tersebut, kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan. Disnakeswan sebagai pelaksana teknis dalam hal ini tak bisa bekerja sendiri. Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan. Terutama dalam mengawasi setiap kejadian mengenai HPR. “Jika ada gigitan, harus segera lapor. Begitu juga kesadaran untuk melakukan vaksinasi bagi HPR yang berpemilik,” terangnya.

Ada banyak pesisir yang mesti diwaspadai di Lotim. Tidak hanya Labuhan Lombok. Namun Labuhan haji, dan Tanjung Luar.

Kepala Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok Amiril Mukmin PD menerangkan, jika pihaknya sudah mulai mengimbau nelayan untuk waspada. “Imbauan kita selipkan melalui pengeras suara saat meminta untuk menjaga keamanan dan kebersihan pelabuhan,” kata Amiril.

Amiril menerangkan, hal serupa juga akan dilakukan di TPI Tanjung Luar yang merupakan bagian dari PPI yang dipimpinnya. Menurutnya, secara teknis, ia akan meminta bantuan dari Balai Karantina dan Disnakeswan. “Namun secara inisiatif, kami akan membantu sosialisasi tersebut,” tegasnya. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks