alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Marhain, Pedagang Asongan dari Lingsar yang Jualan di Selong

Entah apa alasan Marhain memilih Selong. Tempat yang jaraknya sekitar 50 km dari rumahnya di Lingsar, Lobar. Mengapa tidak ke Giri Menang saja. Menjajal kantor yang tak menghabiskan biaya transportasi sebanyak ke Gumi Patuh Karya?

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

=================================

Untuk bertahan hidup, orang bisa melakukan apa saja. Termasuk pergi jauh dari kampung halaman. Kira-kira seperti itulah jawaban yang ingin dikatakan Marhain ketika ditanya penulis koran ini.

Siang itu, Marhain, seperti biasa mendatangi tempat yang pernah dikunjunginya. Kantor DPD II Golkar Lotim yang berada di Gelang, Kecamatan Selong merupakan satu dari tempat yang menurutnya selalu menghasilkan. Kurang lebih empat kali penulis koran ini di kantor tersebut, Marhain selalu datang dengan kue penghabisannya.

Disebut kue penghabisan sebab biasanya, setelah dari Kantor DPD II Golkar Lotim, jualannya tersapu habis. Bisa habis, sebab yang tersisa sekitar Rp 30 sampai 40 ribu. Jika salah satu anggota dewan di kantor itu membelinya, maka habislah dagangan Marhain. “Mari pak, sebelum saya pulang,” kata Marhain menawarkan dagangannya.

Jajanan seperti kelepon, kacang mete, lupis, bubur ketan, kue lapis,  dan jajanan lainnya masih enak untuk disantap di siang hari. Tapi tak hanya itu, terkadang mereka yang menghabiskan dagangan Marhain merasa kasihan jika mengetahui di mana tempat tinggal ibu tiga anak tersebut.

Perempuan paro baya yang berasal dari sebuah desa di Kecamatan Lingsar, Lombok Barat itu setiap hari membawa dagangan dalam sebuah keranjang berwarna hijau. Ia mengatakan, berangkat pukul 06.00 Wita dari Lingsar ke Lotim.

Naik ojek dari Lingsar ke Narmada, kemudian angkutan umum dari Narmada ke Masbagik. Selanjutnya naik ojek lagi dari Masbagik ke Selong. “Dari Narmada ke sini kadang Rp 8 ribu, kadang Rp 10 ribu. Ojek dari Masbagik ke Selong Rp 5 ribu. Kadang mintanya lebih,” terang Marharin.

Jika menemukan hari yang baik, Marhain menghabiskan Rp 20 ribu untuk sampai di Selong. Artinya Rp 40 ribu bolak-balik. Mengapa memilih tempat yang sangat jauh untuk sekeranjang jajajanan dengan harga paling mahal Rp 10 ribu per bungkus?

Marhain mengatakan, tidak setiap hari ke Selong. Terkadang ia sampai Narmada. Terkadang Sikur. Terkadang juga ke Barat. “Tapi begini, kadang saya memilih jauh untuk mencari peruntungan. Alhamdulillah, setiap hari ke sini, dagangan saya habis,” ujarnya.

Sehari, Marhain bisa mendapatkan laba bersih Rp 100 ribu. Jika ditotal, ia mendapatkan Rp 3 juta per bulan. Tapi dahi mengernyit saat disebutkan angka tersebut. Sebab angka tersebut tak pernah ada di tangannya. “Alhamdulillah kalau ditabung. Tapi sehari-hari, kebutuhan ini banyak sekali,” katanya sembari menengok angkutan umum yang datang dari arah Terminal Pancor. (r5/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks