alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Hasil Rekap PPK Masih Bisa Berubah

SELONG-Rapat pleno rekapitulasi penghitungan hasil perolehan suara Pemilu 2019 Kabupaten Lotim dimulai kemarin (2/5). Rekapitulasi tersebut akan dilaksanakan sampai 5 Mei mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim M Junaidi yang memimpin rapat mengatakan, penghitungan akhir di tingkat kabupaten dilakukan sesuai Peraturan KPU. Kemoloran yang dikhawatirkan salah seorang saksi diharapkan tidak terjadi. Dengan pertimbangan, setiap penghitungan dalam setiap kecamatan akan ditetapkan sebelum berlanjut ke kecamatan lainnya.

“Dengan demikian, hasil dalam setiap kecamatan yang sudah ditetapkan tidak bisa dipersoalkan,”  kata Junaidi dalam rapat tersebut.

Pleno yang dihadiri oleh bawaslu dan seluruh panwascam, saksi dari semua peserta pemilu, kepolisian, dan Kodim 1615 Lotim dimulai dengan penghitungan suara Kecamatan Keruak. Sejak dibuka sekitar pukul 09.00 Wita, penghitungan baru dimulai sekitar pukul 10.00 Wita.

Pemantau pemilu dari Jaringan Demokrasi Indonesia (Jadi) M Saleh mengatakan, proses penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten seharusnya tidak mendapatkan masalah serius. Apalagi akan adanya penambahan waktu. “Rekapitulasi di tingkat kecamatan ini kan sudah jadi. Semestinya, semua persoalan sudah diselesaikan di tingkat kecamatan,” jelas Saleh.

Mantan Ketua KPU Lotim itu juga menerangkan, sejauh ini KPU sudah melakukan proses sesuai waktu. Selain itu, proses tersebut juga berjalan aman. Jika pun ada Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 20 Rakam, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Saleh menerangkan, prosesnya sangat kondusif.

Kata Saleh, seharusnya pada penghitungan suara di tingkat PPK sudah diselesaikan. Sehingga tidak ada lagi masalah serupa yang muncul di tingkat kabupaten. Kalau pun ada, maka persoalan tersebut bukan persoalan yang sama dengan yang ada di PPK.

Ditanya mengenai kemungkinan adanya perubahan suara DA1, Saleh mengatakan, bisa saja terjadi. “Selama saksi dan Bawaslu memiliki bukti data yang kuat, saya kira sangat bisa,” pungkasnya. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks