alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Mereka yang Harus Meninggalkan Kelas Demi Mengejar SK

Leni Marlina mengaku sudah 14,8 tahun mengabdi di SDN 10 Sakra. Namun entah mengapa, namanya dianggap tak ada di dapodik. SK yang dijanjikan bupati pun melayang seketika. Hal serupa, konon dialami juga oleh ratusan guru honorer lainnya.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

================================

Kantor BKPSDM Lotim dipenuhi oleh ratusan guru honorer yang datang silih berganti. Mereka berkumpul di satu titik. Pos pengaduan. Mengisi selembar kertas yang menyatakan jika mereka sudah lama mengajar.

Di deretan ratusan guru honorer yang dirundung beribu pertanyaan itu, penulis koran ini menghampiri salah seorang guru yang mengajar di SDN 10 Sakra. Namanya Leni Marlina. Di sampingnya duduk juga guru-guru honorer lainnya. Di sana ada Dian Puspita Sari, dan Tapaul.  Semuanya menyimpan pertanyaan yang sama.

“Di sekolah, saya guru honorer yang pertama kali di sana. Tapi malah yang dapat SK yang baru-baru,” keluhnya.

Untuk dapat ke tempat itu, Lina dan teman-teman honorer yang senasib dengan harus meninggalkan kelas. Katanya, dia sudah ada di BPKSDM sejak pukul delapan pagi. Sejak saat itu, ratusan guru berdatangan silih berganti.

Mau tidak mau, mau diam di sekolah saja ia mengaku tidak tenang. Apalagi melihat kenyataan bahwa ada yang tidak beres dalam keputusan pemberian SK Bupati tersebut. Ada sekitar lima guru di sekolahnya yang mendapatkan SK. Menurutnya, hal itu membuatnya tak nyaman.

Hal serupa disampaikan Dian Puspita Sari. Ia mengaku heran dengan apa yang terjadi. Bahwa sudah jelas di dapodik, namanya telah tertera. Mengabdi sejak belasan tahun lalu. “Kita terpaksa harus meninggalkan sekolah. Kita harus mengurus ini sekarang. Karena mana bisa tenang,” jelas Dian.

Lina dan Dian menegaskan, 14,8 tahun sudah mereka mengabdi. Honornya selama ini disisihkan dari dana BOS. Selama itu terjadi, tak pernah ada surat perintah kerja (SPK), kelompok kerja (KK), atau apalagi perjanjian kerja (PK). Yang ada hanyalah surat keikhlasannya atau singkat saja SK.

Sampai pada akhirnya, harapan mendapatkan surat perjanjian kerja datang dari kebijakan Bupati Sukiman Azmy. “Saat itu saya bahagia sekali. Karena ini merupakan langkah yang sangat baik. Terutama bagi kami yang selama ini tak diperhatikan,” jelasnya.

Namun apa dikata, harapan yang telah tumbuh sekian bulan rasanya jadi ungkapan manis belaka. Di hari pembagian SK bagi ribuan guru honorer di Lotim, namanya tak ada. Justru yang baru beberapa tahun mengajarlah yang mendapatkannya. Lina tentu heran.

Bagaimana pihak terkait memastikan pemberian perjanjian kerja bagi mereka yang baru beberapa tahun bekerja lalu begitu saja bisa menyisihkan yang telah belasan tahun mengabdi. “Saya berharap, apa yang dijanjikan bupati benar adanya. Kalau begini, seharusnya jangan beri harapan,” keluhnya. (r5/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks