alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Diduga Jadi Calo TKI, ADBMI Minta Oknum Pegawai Disnakertrans Diberi Sanksi

SELONG-Disnakertrans Lotim menindaklanjuti kasus oknum pegawainya yang diduga jadi calo TKI. Hal itu dilakukan dengan mempertemukan pelapor, ADBMI Lotim, dan oknum pegawai terkait. “Solusinya sudah ada,” kata Kadisnakertrans Lotim H Supardi pada Lombok Post usai melakukan mediasi, kemarin.

Supardi membenarkan, oknum pegawainya yang merupakan staf di Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja (P2TK) telah menerima uang dari Hapipudin. Uang sebesar Rp 12 juta itu dikabarkan akan diserahkan ke PJTKI.

Seharusnya calon TKI yang langsung menyerahkan uang ke penyalur. “Ini niat baiknya keterlaluan. Sampai menyerahkan uang dibantu,” kata Supardi.

Dari mediasi, pihaknya meminta kepada oknum pegawai untuk segera mengembalikan uang Rp 12 juta ke calon TKI yang direkrut. Kembalinya uang tidak berarti menunjukkan pegawainya melakukan penipuan. Akan tetapi sudah disalurkan ke salah satu PJTKI resmi. Namun tenaga yang dibutuhkan tidak ada. “Janjinya besok (hari ini, red) uangnya dikembalikan,” ujar dia.

Supardi melihat kasus ini sebagai pembelajaran. Ia tidak menerangkan dengan detail akan memberikan sanksi apa kepada oknum terkait. “Yang jelas akan kita rapikan,” jelasnya.

Direktur ADBMI Lotim Roma Hidayat melihat persoalan tersebut tak bisa diselesaikan hanya dengan mengembalikan uang. Oknum pegawai terkait sangat jelas sudah melanggar aturan.

Menurutnya, ketidakberesan di disnakertrans dari masalah ini akan terus diawasi. “Dalam satu minggu ke depan, disnaker harus melakukan bersih-bersih,” jelasnya.

Khusus untuk oknum pegawai, Roma meminta agar pemkab memberikan sanksi sesuai dengan aturan ASN yang berlaku. Apakah pelanggaran tersebut dikategorikan ringan, sedang, atau berat. “Silakan ditentukan dan dilakukan,” jelasnya.

Roma meyakini, praktik rekrutmen ilegal yang dilakukan oknum pegawai Disnakertrans Lotim telah lama terjadi. Tidak hanya dari Pringgasela Timur, melainkan banyak juga di desa-desa lain.

Pihaknya akan terus melakukan pengawasan. Dia juga masih mengumpulkan bukti lain untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

Sebelumnya, Hapipudin melaporkan dugaan rekrutmen ilegal yang dilakukan oknum pegawai disnakertrans ke ADBMI. Hapip melapor karena telah dimintai uang sebesar Rp 12 juta agar bisa bekerja di Brunei Darussalam. Namun setelah uang diserahkan, ia tak kunjung berangkat. (r5/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks