alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Guru Ngaji Cabul Akui Perbuatannya

SELONG-MA, 20 tahun dengan wajah bersalah mengakui tindakan asusila menyetubuhi murid mengajinya yang masih belia. Di ruangan penyidik kantor Unit PPA Satreskrim Polres Lotim, warga Kecamatan Sakra itu menerangkan kejadian tersebut dengan rinci, kemarin (3/3).

Kata MA, ia sudah 2,3 tahun menjadi guru ngaji. Di kampung Jorong, Kelurahan Pancor sendiri, ia baru tiga bulan. Guru ngaji yang dibayar Rp 200 ribu per bulan itu mengaku tak kuasa menahan hawa nafsunya. “Nafsu sudah tidak bisa ditahan. Karena dulu saya sempat nonton film begituan,” kata MA.

Selain penyesalan, MA juga menerima apapun hasil proses hukum yang akan disanksikan kepadanya. Ia menegaskan jika tindakan tersebut tak pernah dilakukan sebelumnya. “Itu merupakan yang pertama dan tidak akan saya ulangi lagi,” janjinya.

Kelakuan memalukan pemuda yang menimba ilmu di salah satu ponpes di Lotim ini menimpa seorang anak dari Kampung Jorong, Kelurahan Pancor. Kasat Reskrim Polres Lotim AKP I Made Yogi Purusa Utama menerangkan kejadian tersebut berawal dari laporan orang tua korban ke Polsek Selong.

“Setelah itu Polsek Selong langsung bergerak mengamankan pelaku dan menyerahkan kasusnya ke Polres,” kata Yogi.

Yogi menerangkan, kejadian itu sendiri terjadi sekitar 23 Februari. Namun kemudian diketahui keluarga korban 1 Maret lalu. MA yang ditangkap polisi di Jorong dikabarkan sempat diamuk massa. Namun polisi berhasil mengamankannya. 5aat ini pihaknya sedang mendalami keterangan dari berbagai pihak. Baik pelaku maupun korban dan beberapa saksi dan tambahan keterangan lainnya.

“Saat ini kita belum mendapatkan keterangan dari korban. Karena kondisinya masih trauma dan mungkin takut. Jadi tidak bisa kita paksakan,” terangnya.

Akibat tindakan bejat yang dilakukan, kata Yogi, MA terjerat pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, Camat Selong Baiq Afrida Apriani yang datang langsung melihat pelaku mengaku perihatin atas apa yang terjadi terhadap warganya. Ia mengatakan, kejadian tersebut sepatutnya menjadi warning bagi orang tua. “Orang tua harus mengetahui betul apa dan dengan siapa ia bersama. Jangan sampai tahunya setelah kejadian seperti ini,” kata Afrida setelah melontarkan beberapa pertanyaan kepada pelaku. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks