alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Cerita Nurdin, Penjelajah Lorong-lorong Pasar Umum di Lombok

Dengan tubuh yang tak normal, Nurdin tak bisa berbuat banyak untuk mempertahankan hidupnya. Siapapun akan mafhum saat melihat lelaki sepertinya membuka telapak tangan. Namun siapa sangka, pergi meminta sumbangan tak semudah yang dibayangkan. Banyak risiko yang selama ini ia dapatkan. Dan dengan lapang dada, semua itu ia terima sebagai ujian.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

===============================

Di Pasar Umum Pancor, kemarin (3/5) pagi, koran ini melihat Nurdin melangkah cepat. Ia mengenakan baju berwarna kuning dengan logo tim sepak bola terkaya di Eropa, Real Madrid. Nomor punggung 10. Kepalanya terbungkus kopiah kain berwarna ungu.

Di lorong-lorong yang memisahkan lapak pedagang satu dengan pedagang lainnya, ia terus berjalan. Langkahnya melambat bila pedagang atau pengunjung di pasar itu menyodorkan sumbangan. Di tangannya terdapat sebuah kantong plastik bening untuk mengisi logam. Sementara uang kertas ia rapikan di tangan.

Nurdin melangkah dengan satu kaki. Kaki sebelah kanannya tak bisa menopang tubuhnya yang juga tak mengalami pertumbuhan. Untuk melangkah cepat, ia dibantu tangan sebelah kiri. Tangan itu diberi semacam alas bergigi.  Tangan beralas itulah yang menggantikan fungsi kaki kanannya yang tak berfunsi dengan baik.

“Setiap hari saya merasakan nyeri hebat di tangan sebelah kiri,” kata Nurdin menerangkan dampak dari tangan yang beralih fungsi menjadi kaki.

Lelaki yang kini berusia sekitar 40 tahun itu mengaku dari Desa Jenggik, Kecamatan Terara. Setiap hari ia naik ojek ke tujuan. Dari Jenggik ke Pancor, ongkosnya Rp 15 ribu. Bolak-balik jadi Rp 30 ribu.

Dengan biaya tranportasi sebesar itu, sehari-hari Nurdin harus mendapatkan setidaknya Rp 100 ribu. Katanya, di hari yang baik, ia bisa mendapatkan sampai Rp 150 ribu. Tak pernah terlalu banyak, sebab ia juga tak kuat meminta-minta seharian penuh. “Setelah pasar sepi saya pulang. Ini sebentar lagi balik,” terangnya.

Nurdin patut dikatakan sebagai penjelajah pasar. Sebab ia telah menjelajahi puluhan pasar umum di Pulau Lombok. Mulai dari barat di pasar Cakra, sampai ke timur di pasar Pringgabaya. Paling sering, Paok Motong, Pancor, juga pasar-pasar umum yang tak terlalu jauh. “Kalau jauh seperti Pringgabaya, saya naik engkel (angkutan umum, red). Itu malah lebih murah. Sejauh apapun,” jelasnya.

Sudah tiga bulan ini Nurdin berjalan sendiri. Sebelumnya, selama bertahun-tahu ia ditemani seorang kawan. Terkadang dari ojek yang mengantarnya. Tapi Nurdin mengatakan hal itu tidak ingin ia lakukan. Teman-teman seperti itu katanya seringkali menipu. Bahkan ada uang hasil meminta-minta yang sampai sekarang tak pernah diberikan kepadanya.

“Katanya mau disimpankan, tapi tidak pernah diberikan. Kalau pun diberikan, jauh lebih banyak yang dia ambil,”  jelasnya.

Kini Nurdin memilih seorang diri. Berjalan dari pasar ke pasar yang lain. Mencari satu atau dua ribu rupiah dari tangan-tangan dermawan. Menghidupi dirinya dan seorang saudara yang juga lumpuh di rumahnya. (r5/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks