alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi Normal, Daging Ayam Naik

SELONG-Menjelang Ramadan, harga daging sapi tidak mengalami kenaikan. Harga seperti biasa itu diprediksi para pedagang daging di Pasar Umum Pancor akan tetap sama sampai jelang Idul Fitri.

“Naiknya nanti jelang Lebaran. Itu pun hanya sehari. Meningginya bisa lima sampai sepuluh ribu,” kata Sulastri, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Umum Pancor, kemarin (3/5).

Sulastri menerangkan, saat ini harga masih tetap di Rp 120 ribu per kilo untuk daging kelas satu. Sedangkan kelas dua, Rp 90 ribu per kilo. Menurutnya, kenaikan harga yang seperti biasa terjadi jelang bulan puasa tahun ini tak bisa dilakukan para pedagang.  Sebab daya beli masyarakat yang dinilai berkurang.

“Sudah coba kita naikkan, tapi masyarakat tidak mau. Mungkin karena faktor perekonomian,” jelasnya.

Kata Sulastri, bukan berarti semua padagang tidak menaikkan harga. Beberapa pedagang lain terkadang memanfaatkan situasi dan kondisi. Jika daging di tempatnya habis, maka pedagang yang masih memilih stok akan menjualnya dengan harga yang melambung tinggi. Bisa sampai Rp 140 ribu per kilo.

Hal serupa disampaikan pedagang daging lainnya, Zubaedah. Ia menerangkan, meski ada satu dua pedagang yang menaikkan harga, akan tetapi pada dasarnya harga standar tetap sama. Hanya satu dua pedagang saja yang melihat situasi lalu menaikkan harga.  “Terkadang pedagang baru juga bisa menjual lebih rendah dari harga normal,” jelas Zubaedah.

Berbeda dengan daging sapi, daging ayam justru mengalami kenaikan harga. Zubaedah mengatakan, kenaikannya dari Rp 23 ribu per kilo, menjadi Rp 25 ribu per kilo. “Tapi harga ayam selalu naik turun. Tidak hanya jelang puasa. Harga pokoknya Rp 20 sampai 22 ribu perkilo,” terangnya.

Sebelumnya, Plt Kadis Perindustrian dan Perdagangan Lotim Lalu Dami  Ahyani mengatakan, kondisi harga yang masih stabil jelang puasa. Menurutnya, kontrol terhadap harga tersebut mesti terus dilakukan selama bulan puasa. Hal ini untuk memastikan tidak adanya pedagang yang menaikkan harga melebihi standar harga yang telah ditetapkan Kementerian Perdagangan. “Kita bisa tindak tegas para pedagang yang menaikkan harga melebihi standar,” jelasnya. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks