alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Kisah Duka di Balik Tewasnya Ketua BKD Desa Wakan, Jerowaru

Kematian Ketua BKD Wakan, Kecamatan Jerowaru masih dipenuhi tanda tanya. Ditangkapnya A, 65 tahun, warga Desa Semoyan sebagai tersangka pembunuhan juga menambah pertanyaan di benak warga. Sebab ternyata ia bukan pencuri. Namun warga yang di malam berdarah itu juga sedang menjaga desanya dari kedatangan si panjang tangan.

 

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

 

Kurang dari 1×24 jam, Satreskrim Polres Lotim berhasil menangkap pelaku pembunuhan Ketua BKD Wakan Maskur. Dari tiga saksi yang dibawa, satu di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Pagi jelang siang di Mapolres Lotim, pada Kamis (30/4) lalu, penangkapan pelaku pembunuhan ketua BKD Wakan diungkap Polres Lotim ke awak media. Tersangka berinisial A, 65 tahun. Saat digiring anggota Satreskrim Polres Lotim, wajahnya merunduk ke bawah. Ia mengenakan masker. Tujuannya ada dua, melindungi diri dari virus dan wajah dari terkaman kamera wartawan.

A merupakan warga Desa Semoyan, Kecamatan Praya Timur. Desa Semoyan berbatasan dengan Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru. Malam itu, Loteng dan Lotim yang dipisahkan sawah tak disangka akan mendatangkan petaka berdarah. Dari wajahnya, terlihat betapa A menyesali perbuatannya. “Dia warga biasa. Bukan pencuri. Ini  terjadi karena kesalahpahaman,”  kata Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio.

Ceritanya berawal dari peristiwa pencurian kerbau di Desa Wakan. Sebagai ketua keamanan desa, almarhum Maskur segera berlari mengejar si pencuri. Sesampai di perbatasan, A dan teman-temannya sedang berjaga.  Kata Tunggul, jalan itu memang rute yang sering dilalui si panjang tangan.

Dari kejauhan, korban meneriaki pelaku dan teman-temannya. Ia pikir pelaku dan teman-temannya adalah maling. Korban malam itu sudah siap dengan segala risiko. Tangannya menggenggam sebuah parang.

Diteriaki maling, pelaku juga merasa kalau korban dan teman-temannya adalah maling. Saat itu, kondisi begitu runyam di tengah kegelapan. Singkat cerita, begitu ada keinginan untuk memperjelas identitas masing-masing, perkelahian tak bisa dielakkan.

A yang malam itu membawa tombak menusuk tubuh korban. Tusukan mengenai lengan dan tubuh di bawah ketiak. Korban tersungkur jatuh bersimbah luka. Tak bernyawa.

Tentu A mengaku jika ia sedikitpun tak mengetahui siapa sebenarnya sosok yang ditusuknya. Bersamaan dengan A, polisi kini mencari kemungkinan adanya tersangka lain. Namun di tengah itu semua, pertanyaan atas kejadiaan nahas malam itu dipastikan tidak menimbulkan dendam dari kedua belah pihak. (r5/*)

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks