alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Wisatawan Tak Nyaman, Pesisir Labuhan Haji Dipenuhi Sampah

SELONG-Masalah sampah di pantai Labuhan Haji sampai saat ini belum bisa teratasi. Di musim hujan, selain air yang deras, sungai juga membawa banyak sampah ke lautan. “Seperti ini saja, pengunjung tidak pernah sepi. Apalagi dia bersih,” kata salah seorang pedagang kaki lima di pantai Labuhan Haji Saparudin, pada Lombok Post, kemarin (4/3).

 

Para pedagang sudah angkat tangan membersihkan sampah itu. Kata Saparudin, sekarang dibersihkan, besok pagi akan kembali seperti sedia kala. Karena masalahnya bukan dari pengunjung pantai. “Melainkan dari orang-orang yang membuang sampah di sungai,” jelasnya.

Jika terus menerus seperti ini, lambat laun pengunjung akan memilih pantai lainnya. Kata Saparudin, kalau pengunjung lokal tidak apa-apa. Tapi seringkali ia malu kalau ada wisatawan asing atau dari luar daerah. “Kalau itu pasti tidak akan kembali lagi. Atau ke sini sebentar, setelah itu kabur,” terangnya.

 

Ia mengatakan, masalah sampah di pantai Labuhan Haji bukan persoalan yang mustahil untuk diselesaikan. Namun sayangnya, usaha tersebut yang belum dilakukan. Salah satu yang ia maksud adalah membuat jaring sampah di pintu masuk aliran sungai ke laut. “Itu saja belum dilakukan,” terangnya.

 

Penanganan sampah di Lotim memang butuh solusi permanen. Bersih-bersih pantai, pengangkutan sampah setiap hari, dan usaha jangka pendek lainnya tidak buruk. Tapi sampai kapan hal itu bisa bertahan. Jika setiap hari jumlah sampah disinyalir terus bertambah.

 

Aktivis lingkungan dari Gema Alam NTB Muhammad Juaini mengatakan, pemerintah tidak bisa berpangku tangan dengan mengandalkan program penyadaran kepada masyarakat saja. Namun dibutuhkan solusi permanen yang diwujudkan dalam program jangka panjang. “Usaha mengajak masyarakat memilah sampah organik dan anorganik akan sia-sia jika kelanjutannya tidak dipikirkan,” jelas Juaini.

 

Menurutnya, percuma mendorong kesadaran publik tanpa menyiapkan hilirisasi dari sampah anorganik. Ia menerangkan, ekologi, edukasi, dan dampak ekonomi kepada masyarakat harus menjadi satu keutuhan program. “Pemerintah tidak bisa menggunakan pola lama dalam menyelesaikan persoalan ini,” terangnya. (tih/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks