alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Puskesmas Masbagik Baru Ditutup Sementara, 16 Petugas Reaktif, Satu Positif Korona

SELONG-Dinas Kesehatan Lotim menutup Puskemas Masbagik Baru. “Karena ada 16 nakes reaktif dan satu terkonfirmasi positif,” kata Kadikes Lotim dr HM Hasbi Santoso pada Lombok Post, Jumat (3/7) lalu.

Konfirmasi satu nakes yang positif diketahui pada Rabu (1/7) lalu. Kata Hasbi, mengetahui hal tersebut, per 2 Juli, Puskemas Masbagik Baru sudah dikosongkan. “Baru sejak hari ini (kemarin) kita tutup sampai 16 Juli mendatang,” terangnya.

Menurut Hasbi, keputusan menutup puskesmas sudah sesuai standar. Jika hanya reaktif, pihaknya tidak akan sampai melakukan penutupan. Tapi hanya ketika ada yang terkonfirmasi positif.

Seperti halnya penutupan Puskesmas Kotaraja, Selong, Lenek, dan Batuyang. Kondisi tersebut sudah sesuai teknis prosedural pencegahan penularan covid-19 yang telah disiapkan.

Ia mengabarkan, saat ini, 15 nakes yang hasil rapid testnya reaktif masih menunggu hasil swab kedua di RSUD Lotim di Labuhan Haji. Sementara satu nakes positif dirawat di RSUD dr Raden Soedjono Selong. “Hasil swab pertama, 15 nakes negatif. Kita sedang tunggu hasil swab kedua,” jelasnya.

Kabid P3KL Dikes Lotim Budiman Satriadi menambahkan, sesuai prosedur, pihaknya telah menyiapkan kantor Camat Masbagik sebagai lokasi pengganti sementara untuk TGC puskesmas. Begitu juga dengan proses contact tracing, rapid test dan proses lainnya. “Untuk sementara semua kita lakukan di luar gedung,” jelasnya. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Zona Merah, Pembelajaran Tatap Muka di Mataram Terlalu Berisiko

Pemkot Mataram belum bisa menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Karena kegiatan ini dinilai terlalu berisiko di tengah mewabahnya Covid-19 di Kota Mataram. “Pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa kita lakukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram HL Fatwir Uzali pada Lombok Post, Jumat (7/8)

Senin, Gerindra Janjikan SK Dukungan untuk Makmur-Ahda

Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda) belum memegang SK dukungan. Baik dari Partai Gerindra maupun PKB.

Inovasi Pengusaha Kuliner Mataram Gaet Pengunjung di Masa Pandemi

IKON KULINER IBU KOTA: Karyawan warung Sate Rembiga Hj Sinnaseh menyiapkan pesanan pelanggan, Kamis malam.( DIDIT/LOMBOK POST)

Sekolah Tutup Pendataan Pemilih Pemula di Mataram Terhambat

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram kesulitan mendata warga  berusia 17 tahun atau pemilih pemula pada Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang. Alasannya, karena sampai saat ini belum ada proses belajar mengajar tatap muka dilakukan sekolah.

Satu Tenaga Kesehatan Positif Korona Sejumlah Ruang RSUD Bima Ditutup

Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di RSUD Bima ternyata sudah ada yang terpapar Covid-19.  Informasi yang berhasil dihimpun, ada sembilan yang terdiri dari Nakes dan pegawai RSUD Bima yang terpapar.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dugaan Mahasiswi Unram Dibunuh Menguat

Penyidik terus mengumpulkan bukti mengungkap penyebab kematian gadis berinisial LNS (inisial, Red). Sejauh ini, polisi belum mengungkap penyebab pasti kematian gadis yang baru diterima S2 Fakultas Hukum Unram.
Enable Notifications.    Ok No thanks