alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Cerita Para Penyadap Pohon Aren di Reban Tebu, Sandubaya (1)

Lingkungan Reban Tebu, Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong terkenal dengan air nira atau tuak manisnya. Di balik ratusan liter tuak yang masyarakat temukan di berbagai tempat, terdapat para penyadap yang setiap hari memanjat pohon aren. Salah satu yang terkenal lama dan lihai menyadap di lingkungan tersebut bernama Amaq Mujahidin.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

=================================

Sebuah palu kayu, pahat kecil, dan beberapa bilah parang diperlihatkan Amaq Mujahidin kepada penulis koran ini. “Inilah alat yang saya gunakan,” katanya mengawali penjelasan tentang cara menyadap pohon aren untuk mencari air nira.

Tak jauh dari beberapa alat yang ditunjukkan tadi, terdapat puluhan jeriken dengan berbagai bentuk. Semuanya tergantung begitu saja di pagar pembatas rumah bagian belakang Mujahidin.

Mujahidin merupakan satu dari enam penyadap yang hidup di RT 18, Lingkungan Reban Tebu, Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong. Ia menerangkan, para penyadap jumlahnya bisa ratusan jika menghitung mereka di RT-RT lainnya.

Menurutnya, semua pekerjaan ada ilmunya. Begitu juga dengan menyadap air tuak di pohon aren. Mujahidin termasuk penyadap yang cekatan jika dilihat dari jam terbangnya. “Sejak saya masih muda sampai sekarang punya anak tiga,” jelasnya.

Pengalaman selama menyadap sudah tak terhitung banyaknya. Salah satu yang diingatnya adalah jeriken yang dijadikan wadah untuk menampung air nira di batang pohon aren. Menurutnya, meski terlihat awet, wadah itu bisa rusak juga. “Kalau saya hitung-hitung, mungkin ada ribuan jeriken yang sudah saya gunakan,” terangnya.

Di luar jeriken, cerita lain yang menarik dari keseharian para penyadap adalah kepercayaan kepada para penyadap lain. Begitu juga dengan warga yang sesekali iseng meminum hasil sadapannya. “Sebenarnya bukan masalah diambil atau tidaknya. Tapi seringkali, jika diambil oleh orang lain, airnya akan kering,” kata Mujahidin.

Memang tidak semua pohon aren memiliki kesuburan mengeluarkan air nira. Tapi sejauh ini, pohon aren yang dipanjat Mujahidin selalu manjur dan mengucur deras. Bahkan sampai ada yang sampai tujuh bulan tak kering-kering. Menurutnya, itu bukan keahlian khusus. Tapi rezeki. Menyadap air nira baginya sama dengan pekerjaan lainnya.  “Ya kadang rezekinya bagus, bisa dapat banyak, kadang juga tidak bagus,” jelasnya. (bersambung/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks