alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Pemburu Kera Hitam Tertangkap Tangan

SELONG-Satreskrim Polres Lotim bersama Polsek Montong Gading, dan Polhut kawasan TNGR berhasil meringkus dua orang pemburu satwa yang dilindungi, kemarin (3/9). Kasatreskrim Polres Lotim AKP I Made Yogi Purusa Utama menerangkan, kedua pemburu tersebut berinisial MS dan JN yang merupakan warga Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lobar.

“Pelaku kami tangkap saat sedang menguliti kera hitam atau yang biasa kita sebut Lutung yang telah dilumpuhkannya menggunakan senapan angin,” jelas Yogi kepada Lombok Post.

Penangkapan terjadi di tengah kawasan TNGR. Kata Yogi, kedua pelaku diringkus pukul 11.45 Wita. Ia menjelaskan, kedua pelaku telah lama dibuntuti oleh pihak berwajib. Diketahui, sudah tiga kali para pemburu tersebut dilihat memasuki kawasan hutan. “Namun baru kali ini dapat dan tertangkap,” jelasnya.

Menurut pengakuan kedua tersangka, Lutung yang ditangkap tersebut tidak untuk diperjualbelikan. Akan tetapi untuk dimakan sebagai cemilan saat berpesta minuman keras atau tuak. Kata Yogi, kalau istilah Lomboknya ‘sedak nginem’.

Bersama kedua pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa dua sepeda motor yang dikendarai pelaku, sebuah senapan angin, dan dua bungkus daging Lutung yang sudah dikuliti.

Akibat perbuatannya, kedua pemburu tersebut dikenakan pidana pasal 1 (5) UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pelaku terancam hukuman lima tahun penjara.

Yogi menegaskan, pihaknya memang mengatensi tindak pidana perburuan liar yang dikhawatirkan merusak ekosistem alam. “Selain karhutla, kita juga sangat mengatensi tindak pidana perburuan liar ini,” jelasnya. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks