alexametrics
Rabu, 30 November 2022
Rabu, 30 November 2022

Cerita Agus Khairi, Staf PKBI dalam Menangani TBC di Gumi Patuh Karya

AGUS Khairi belum terlalu lama menjadi staf di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) unit pelaksana Lombok Timur.  Namun pemahamannya pada program eliminasi TBC sudah sangat mendalam. Ia mengaku tergugah untuk melangkah lebih jauh dalam menanggulangi penyakit menular yang angka kasusnya masih terbilang tinggi di Lotim itu.

—-

November 2021 lalu, Agus Khairi resmi bergabung dengan PKBI Unit Pelaksana Lotim. Saat itu, warga Desa Penakak, Kecamatan Masbagik ini belum baru meraba-raba program eliminasi tuberkolosis (TBC) yang akan dikerjakannya. “Dari awal saya merasa tertarik dengan program ini,” kata Agus pada Lombok Post mengawali ceritanya.

Bapak satu anak yang akrab disapa Ages itu menerangkan, program yang dijalankan PKBI Daerah NTB adalah eliminasi TBC. Program ini merupakan program pemerintah. PKBI membantu percepatan capaian tersebut di daerah. Ia pun menjadi salah satu staf yang bekerja dan bertanggung jawab menjalankan program di Gumi Patuh Karya.

Baca Juga :  Keasyikan Cari Kerang, Warga Sakra Barat Lotim Tewas Terseret Arus Laut

Ages tersenyum kecil saat menyinggung eliminasi TBC yang memang tak terlalu tergaung di telinga masyarakat. Padahal penyakit menular ini menjadi salah satu perhatian serius pemerintah. Di Lotim sendiri, berdasarkan data terakhirnya, terdapat sebanyak 1.200 warga Lotim yang mengidap TBC.

“Itu pun yang tercatat. Yang tidak tentu lebih banyak lagi. Inilah salah satu yang kita jalankan dalam program. Namanya investigasi kontak TBC,” jelas Ages.

Investigas kontak dilakukan oleh sekitar 50 kader tuberkolosis yang berasa dari berbagai kecamatan dan desa. Kata Ages, kader inilah yang oleh PKBI dikuatkan kapasitasnya. Tugas kader sendiri adalah melakukan investigasi kontak, lalu setelah ditemukan, melakukan perawatan. Mulai dari mengantarkan obat dan mengawasi konsumsi obat bagi pasien.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Cabang Selong Sosialisasikan Program Rehab

Selain menelusuri kontak, PKBI juga melakukan penyuluhan tentang TBC kepada masyarakat. Mulai dari gejala TBC, cara mencegah agar tidak menular, dan pengobatannya.

Dalam prosesnya, Ages sebenarnya sangat tertantang melihat alur program yang dijalankan. Terutama para kader TB yang notabenenya bukan petugas kesehatan, tapi dengan semangat yang terjaga tetap turun dan bekerja. “Di tengah resiko mereka untuk tertular juga tinggi,” terangnya.

Sampai saat ini, Ages merasa terpanggil untuk tetap dapat mengorganisir kader TB yang saat ini terus berjuang dan bekerja untuk masyarakat penderita TBC. “Ini misi mulia, bagaimana menemukan warga yang sakit, lalu membantu mengobatinya,” tambahnya. (tih/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks
/