alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Dihadang Petugas, Wisatawan Gagal Liburan ke Sembalun

SELONG-Pemkab Lotim tidak main-main dalam mencegah penyebaran covid-19 di objek wisata Sembalun. Penjagaan di pintu masuk diperketat untuk menghalau para pengunjung dari wilayah zona merah korona seperti Mataram dan Lombok Barat.

“Kita jaga di Kebun Raya Lemor Suela dan di Pusuk,” kata Kepala Bakesbangpoldagri Lotim Salmun Rahman pada Lombok Post, Minggu (5/7).

Pembatasan pengunjung dilakukan pada Sabtu dan Minggu. Kata Salmun, pembatasan berupa pemeriksaan identitas pengunjung. Dari identitas, pihaknya dapat mengetahui asal dan status pengunjung.

“Tidak sedikit pengunjung yang kita minta kembali,” jelasnya.

Mereka yang kembali tak bisa memaksa petugas. Kata Salmun, kecuali mereka yang sebelumnya sudah jauh-jauh hari membooking penginapan. Keterangan tersebut diperkuat dengan adanya pelaku usaha pariwisata yang mengkonfirmasi tamunya.

Menurut Salmun, pengecualian tersebut dilakukan guna menjaga agar para pelaku usaha tidak juga merasa dirugikan. “Tapi ada koordinasi. Kami tentu sangat welcome dan menjaga sekali apa yang menjadi perhatian dari teman-teman pelaku usaha pariwisata di Sembalun,” terangnya.

Salmun menegaskan, upaya pembatasan merupakan harga mati. Tidak hanya karena pandemi, tapi juga kondisi Sembalun yang ramai memang harus diawasi. Terlebih jalan raya setelah Pusuk Sembalun banyak yang masih dalam perbaikan. Belum lagi kepadatan arus lalu lintas yang bisa saja menyebabkan kecelekaan. “Semua ini yang sebenarnya juga kita ingin antisipasi,” tuturnya.

Terpisah, Sekda Lotim HM Juaini Taofik menerangkan, pembatasan pengunjung dilakukan atas respons menumpuknya warga di Pusuk Sembalun. Sehingga gugus tugas covid-19 Lotim mengambil langkah kontigensi. Hal itu berupa pembatasan terhadap warga yang ingin berwisata ke Sembalun.

“Salah satu yang kita lakukan operasi pemeriksaan di Suela dan di penguraian massa di Pusuk,” terangnya.

Minggu lalu, operasi tersebut berhasil mengurangi kepada pengunjung. Kata Taofik, ia menyadari, di masa transisi menuju kenormalan baru, semua langkah pasti menuai pro dan kontra. Namun ia menegaskan, gugus tugas tengah berikhtiar untuk membersihkan covid-19 dari Lotim. “Ini adalah salah satu ikhtiar dari banyak upaya lainnya,” jelas dia. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks