alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Di Balik Alasan Jukir RSUD dr R Soedjono Selong Mempertahankan Kehendaknya (2-Habis)

Mereka adalah masyarakat yang hidup di lingkup rumah sakit. Karena itu, mereka tak pernah absen menyisihkan hasil parkir untuk kebutuhan sosial masyarakat. Tak banyak. Tapi mereka meyakini, hal itu menunjukkan warga kampung sekitar rumah sakit yang selama ini dianggap selalu berdiri di belakang mereka.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

Seorang nenek berusia sekitar 60 tahun pagi itu terlihat kebingungan mengangkat barang-barangnya. Sedang tukang ojek menunggu di balik pintu palang parkir. Zulfahmi, koordinator jukir RSUD Selong segera menghampiri dan membantunya membawa barang tersebut.

Apa yang dilakukan Zul saat itu bukan yang pertama kali. Ia mengingat saat di mana ia harus baku hantam, berduel dengan pencuri yang membawa kabur tas salah seorang pasien.  “Itu satu dari sekian banyak cerita yang kami miliki selama puluhan tahun menjaga rumah sakit ini,” kata Zulfahmi.

Ia mengatakan, sebelum jukir didominasi pemuda lingkup Lingkungan Balwo, Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, halaman rumah sakit yang gelap sering dijadikan tempat mabuk-mabukan oleh pemuda. Namun dengan adanya mereka, tanpa dibentak dan diminta pergi pun, para pemabuk sudah malu duluan. “Ya karena mereka ini rata-rata warga sekitar juga,” jelasnya.

Artinya, semenjak mereka bekerja jadi jukir di rumah sakit, tanggung jawab mereka tingkatkan. Jika ada pemuda yang tidak memiliki pekerjaan, maka mereka akan akomodir menjadi jukir.  Tak hanya itu, jika dalam sehari mereka berhalangan markir, maka pemuda yang tak punya kerjaan akan ditunjuk untuk menggantikan. Lumayan, sehari markir, bisa dapat sangu buat dua tiga hari ke depan.

Alasan lain, dan mungkin paling penting yang membuat Zul menolak perusahaan adalah rutinitas mereka memberikan sumbangan kepada warga yang mengalami musibah kematian. “Berapapun yang ada, kami selalu sisihkan untuk warga sekitar lingkup rumah sakit,” jelasnya.

Ke depan, jika diberikan mengelola kembali, Zul mengatakan akan menyisihkan juga untuk anak yatim dan fakir miskin.  Dua hal tersebut nantinya akan diwujudkan dengan menyisihkan hasil masing-masing jukir.

“Jangan lihat kami yang 24 bekerja di sini, lihatlah cerita pengabdian dan warga kampung yang selama ini selalu ada di belakang kami,” jelasnya. (r5/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks