alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Juara Lomba Kampung Sehat, Kembang Kuning Perkuat Ekonomi Masyarakat

Sebagai desa Kampung Sehat terbaik di Lotim, Desa Kembang Kuning tak ingin berpuas diri.  Itu sebabnya, semua aspek yang telah berjalan bakal terus dikembangkan. Semua harus berkelanjutan agar dampaknya semakin luas dan terus dinikmati masyarakat. Upaya peningkatan itulah yang hendak ditonjolkan dalam Lomba Kampung Sehat di tingkat Provinsi.

—————————

 

DENGAN bangga Kades Kembang Kuning HL Sujian mengangkat piala juara pertama lomba kampung sehat tingkat kabupaten dari Pemkab Lotim dan Polda NTB. Tak lama setelah penyerahan piala itu berakhir, ia segera memutar otak. Soal apa yang hendak ditingkatkan dari capaian maksimal di tingkat kabupaten.

“Kami tidak boleh puas dengan menjadi juara. PR kami adalah semua harus berkelanjutan,” kata Sujian pada Lombok Post.

Sebagai duta Lotim ke tingkat Provinsi, kata Sujian, pihaknya tengah meningkatkan semua aspek yang ada dalam program Kampung Sehat. Terutama kesehatan dan ekonomi masyarakat. Untuk kesehatan, ia mengatakan akan memperkuat keberadaan Pos Kampung Sehat yang telah dibentuk. Selain itu, ia juga akan memperkaya SOP keluar masuk tamu ke dalam desa. Kembang Kuning harus lebih steril dari Covid-19.

Setelah steril, hal penting lainnya yang bahkan dianggap menjadi paling utama adalah upaya penguatan ekonomi masyarakat. “Ketahanan pangan ini justru menjadi yang utama,” jelas Sujian.

Kades yang baru dua tahun menjabat itu menerangkan, untuk memperkuat keberadaan Bumdes yang selama ini sebagai penopang ketahan masyarakat menghadapi pandemi Covid-19, pihaknya mesti memperluas jaringan. Tidak hanya memperkuat produksi, tapi juga memastikan hasil produksi ludes terbeli.

Upaya tersebut ia lakukan dengan membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang kerjasama antar desa dan Bumdes. Kata Sujian, kerjasama antar desa dan Bumdes yang dikuatkan Perdes itu sudah terjalin dengan Desa Jurit dan Tete Batu induk. Tak cukup dengan itu, di luar naungan Perdes, kerjasama dengan beberapa pelaku UMKM di beberapa desa telah ia bangun.

“Dengan kerjasama ini, uang akan berputar di desa saja. Dengan begitu ekonomi masyarakat otomatis akan semakin maju,” terangnya.

Sujian meyakini, semakin kuat Bumdes, semakin tangguh desanya menghadapi pandemi Covid-19. Bahkan tak hanya pandemi, semua bencana akan mampu dihadapi secara mandiri, apalagi dibantu dengan keterlibatan aktif masyarakat.

Berbicara mengenai kekuatan Kembang Kuning, tahun ini ia menanggarkan DD sebesar Rp 100 juta untuk Bumdes. Kata Sujian, Bumdes yang sudah berjalan dengan baik tidak perlu lagi disokong biaya besar dari DD. Karena tabungan warga di Bumdes sudah mencapai Rp 600 juta. Angka tersebut jauh lebih banyak dibanding uang total uang desa di Bumdes sebesar Rp 380 juta.

“Secara kesuluruhan, aset Bumdes saat ini mencapai Rp 2,3 miliar,” ujarnya. (tih/r6)

 

Mengenal Desa Kembang Kuning

  • Merupakan desa yang mekar dari Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur pada tahun 1965.
  • Lokasi desa berbatasan dengan Desa Tete Batu Selatan dan Desa Jeruk Manis
  • Memiliki populasi 273 jiwa atau 527 KK
  • Luas wilayah 318 hektare
  • Mata pencaharian masyarakat 70 persen petani, 20 persen industri rumah tangga, 10 persen pariwisata
  • Mengelola Dana Desa tahun 2020 Rp 1,69 miliar
  • Anggaran Dana Desa dari kabupaten Rp 500 juta
  • PADes 2019 Rp 300 juta
  • Prestasi: Juara pertama lomba desa wisata nasional, Juara Lomba Kampung Sehat tingkat Kabupaten

 

Sumber: Diolah Lombok Post

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks