alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Perpustakaan Lotim Punya Banyak Program, tapi Belum Didukung Anggaran

SELONG-Upaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lombok Timur dalam meningkatkan minat baca masyarakat menemui banyak kendala. Selain sarana dan prasarana pendukung yang kurang memadai, persoalan anggaran juga patut menjadi sorotan. Belum lagi kepala dinasnya yang setiap saat diganti.

Sekretaris DPK Lotim Marepudin yang baru satu bulan menjabat mengaku terkejut mendengar anggaran belanja tahunan OPD tersebut. “Rp 900 juta lebih per tahun. Awalnya saya pikir itu di satu bidang saja,” kata Marepudin pada Lombok Post saat di temui di kantor DPK Lotim, Senin (7/3).

Mantan Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Lotim itu mempertanyakan bagaimana mungkin program berjalan dengan anggaran sebesar itu. Kata Marepudin, apalagi DPK Lotim sudah menjadi dinas tipe A.

Memang klasik. Bukan rahasia umum jika selama ini dinas perpustakaan dipandang sebelah mata. “Padahal DPK ini semestinya menjadi saudara dikbud dalam meningkatkan IPM,” tuturnya.

Kendati belum lama di sana, Marepudin sudah bisa memetakan potensi sumber daya manusia yang dimiliki. Ia merasa sejauh ini sumber daya yang dimiliki sangat mumpuni. Baik karyawan maupun pustakawan yang ada.

Baca Juga :  Terus Tingkatkan Kapasitas SDM, Wabup Lotim Apresiasi BUMD Ini

Ruangan dan fasilitas pelayanan membaca juga sudah baik. Begitu juga dengan berbagai program inovasi yang dijalankan. Namun tetap saja, laju waktu yang mengakibatkan perubahan harus segera diimbangi.

Sarana dan prasarana pendukung tak mungkin selalu memadai jika dibiarkan seperti seadanya. Hal itu berupa buku bacaan yang masih kurang, armada persputakaan keliling, dan uang operasional karyawan yang mengerjakannya setiap hari. “Ini semua butuh anggaran yang memadai,” jelas Marepudin.

Kasi Otomasi Bidang Alih Media dan Otomasi DPK Lotim Winda Lestari menjelaskan berbagai program inovasi dan kunjungan yang meningkat setiap tahunnya. Pada 2019, terdapat 11.601 pengunjung. Di tahun 2020 pengunjung berkurang karena pandemi Covid-19 sebanyak 4.296 pengunjung.

Namun 2021 naik lagi menjadi 9.631 pengunjung. Belum lagi program kunjungan rombongan belajar yang bisa mencapai 72.435 siswa di tahun 2019 dan menurun drastis karena Covid-19 dengan kisaran 26 ribu siswa pada 2020 dan 22 ribu siswa pada 2021.

Adapun koleksi buku bacaan yang dimiliki sebanyak 19.851 judul, 39.562 eksemplar. Kata Lestari, dengan jumlah anggota 11.877 orang, jumlah judul buku masih jauh dari kata cukup atau lengkap. “Idealnya, satu orang setidaknya membutuhkan tiga judul buku,” jelasnya.

Baca Juga :  Kasus Positif Covid Naik, Lotim Tetap PPKM Level 1, Ini Sebabnya!

Lestari juga menyebut minimnya kekuatan atau kemampuan armada Perpustakaan Keliling mereka. 21 kecamatan dengan jumlah ratusan sekolah tidak mungkin bisa dicapai semua dalam satu bulan. Sementara, sejauh ini, anak-anak sangat haus bacaan.

Menurut Lestari, bukan minat baca anak yang rendah. “Tapi bahan bacaannya yang sangat kurang. Setiap puskeling datang, mereka berebutan mencari buku bacaan,” tuturnya.

Pemustaka DPK Lotim Yusril Wira Saputra kepada Lombok Post menjelaskan, perihal masih kurangnya bahan bacaan yang dimiliki DPK Lotim. Kendati sudah terbilang cukup lengkap, namun tetap saja ada beberapa buku yang tak bisa ia temukan di sana. “Memang harapannya bisa ditambah,” kata Yusril.

Di tengah kekurangan anggaran, DPK Lotim sebenarnya memiliki banyak program inovasi. Seperti perpustakaan digital, layanan pendampingan perpustakaan sekolah, e-katalog, dan inovasi lainnya. Namun program tersebut seperti selalu tersendat untuk berkembang di tengah jalan.

Kepala DPK Lotim Moh Zaenuddin yang juga baru satu bulan menjabat di sana menolak untuk berkomentar. Ia menyerahkan semua pertanyaan ke sekretarisnya Marepuddin. (tih/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/