alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Cuaca Buruk, Nelayan Labuhan Haji Nekat Melaut

SELONG-Prakiraan cuaca buruk dari BMKG tak menyurutkan langkah Alimudin, nelayan dari Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji untuk melaut. “Sudah empat bulan kami libur melaut. Baru tadi malam saya keluar lagi,” kata Alimudin yang akrab disapa Amaq Ali, Rabu (7/4).

Ia menerangkan, selama empat bulan libur, ia sangat kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal serupa juga dirasakan oleh nelayan lainnya di Labuhan Haji. Namun bukan berarti karena itu ia ingin mengadu nyawa dengan cuaca, akan tetapi ia sudah bisa membaca apakah gelombang masih aman atau sebaliknya.

“Nanti malam saya turun. Terus kita lihat dulu kondisi. Kalau gelombangnya besar, itu sama artinya menyerahkan nyawa,” jelas Ali.

Kewaspadaan nelayan akan cuaca buruk sebelumnya sudah dijelaskan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim Iwan Setiawan. Menurut Iwan, nelayan memang lebih mengetahui kondisi cuaca di lautan dari BPBD. “Jadi saya pikir nelayan sudah jauh lebih waspada. Selama ini memang kabarnya mereka belum bisa melaut,” jelas Iwan.

Kendati demikian, pihaknya tetap meminta warga khususnya nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap prakiraan cuaca dari BMKG. Karena siklon tropis serojo dan sebelumnya badai La Nina sangat sulit dibaca arah dan lokasi terjadinya. Sehingga yang terbaik bagi warga adalah lebih awas dan waspada.

Terkait keberadaan nelayan, Camat Labuhan Haji Muhir telah melayangkan surat imbauan kepada seluruh kepala desa dan kelurahan di Labuhan Haji untuk mengimbau warganya untuk waspada. “Hari ini saya turun langsung melihat kondisi para nelayan,” terang dia.

Memang, nelayan sudah memiliki pengalaman dalam membaca arah angin dan prakiraan gelombang di lautan. Namun alangkah baiknya pemerintah turut andil mengingatkan warganya untuk selalu waspada. (tih/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks