alexametrics
Kamis, 28 Mei 2020
Kamis, 28 Mei 2020

273 Tenaga Honorer di Lombok Timur Minta Diangkat Jadi PPPK

SELONG-Puluhan tenaga honorer K2 yang tergabung dalam Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Lombok Timur mendatangi anggota dewan di kantornya, kemarin (7/11). Kedatangan mereka disambut Komisi II DPRD dan Kepala BKPSDM Lotim HM Isa.

Ketua FHK2I Lotim Tapaul menerangkan, kedatangan mereka bertujuan untuk meminta honorer K2 agar direkomendasikan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Tidak ada tes lagi. Karena yang kita ajukan ini sudah dinyatakan lulus passing grade pada tes sebelumnya,” ujarnya.

Kata Tapaul, dari 346 honorer K2 yang dinyatakan lulus passing grade, pemerintah hanya mengambil 73 orang sebagai PPPK. Dari angka tersebut, tersisa sebanyak 273 honorer K2 yang kini meminta untuk dipastikan kelulusannya.

Pihaknya meminta agar 346 honorer K2 tersebut segera diajukan namanya ke Kemenpan RB. “Karena saat ini aturan baru mengatakan PPPK ditanggung pemerintah pusat melalui DAU. Tidak lagi pemda,” terangnya.

Dari hasil hearing, Tapaul menerangkan jika pemkab melalui BKPSDM Lotim berkomitmen untuk memperjuangkan 273 honorer K2 tersebut. Akan tetapi, komitmen saja bagi Tapaul tidak cukup. Karena itu, ia mengatakan akan terus mengawal usulan BKPSDM Lotim ke pusat.

Kepala BKPSDM Lotim HM Isa menerangkan hasil kesepakatan dari hearing FHK2I tersebut. Pihaknya akan segera mengusulkan 273 honorer K2 ke pusat. “Kita sudah sepakat dan siap menjemput apa yang menjadi harapan honorer,” kata Isa dengan nada berapi-api.

Menurutnya, pemda tidak memiliki kekuatan lebih selain mencoba mengusulkan nama-nama tersebut. Karena ewajibannya hanyalah mengusulkan ke pemerintah pusat. “Kalau pusat sudah mengiyakan,  ada dana, kita proses. Ini semua tergantung dari pusat. Sejauh mana kepastiannya, tanyakan ke Kemenpan RB,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Lotim dari fraksi PKB H Huspiani menegaskan akan tetap berkomitmen mengawal harapan honorer K2. Ia menegaskan, apa yang menjadi komitmen pemkab akan tetap dikawal. “Sampai apa yang menjadi harapan teman-teman K2 ini selesai, tetap kita akan kawal,” ujar bapak tiga anak itu. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Diterjang Gelombang, Maskot “Sampan” Kota Tua Ampenan Tumbang

MATARAM-Miniatur perahu di Pantai Ampenan roboh diterjang gelombang. “Ini karena faktor alam,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman,...

Waspada Cuaca Buruk, Gelombang Pasang Terjang Pesisir Mataram

MATARAM—Cuaca buruk yang terjadi di selat Lombok membuat gelombang pasang menerjang pesisir barat mataram dari Mapak hingga Bintaro di utara, Rabu (27/5) kemarin. Air...

Rabu 27 Mei, Korona NTB Naik Lagi, Total Kasus Positif Jadi 562 Orang

MATARAM—Kasus positif korona di NTB terus menunjukkan  peningkatan. Sepekan terakhir setidaknya telah terjadi penambahan 169 kasus positif baru. Rabu (27/5) misalnya Tim Gugus Tugas...

Termasuk ke NTB, Lion Air Hentikan Penerbangan Domestik Hingga 31 Mei

JAKARTA--Lion Air, Wings Air, Batik Air yang tergabung dalam Lion Air Group memberikan pernyataan bahwa per hari ini, Rabu (27/5) akan menghentikan sementara layanan...

67 Tenaga Medis NTB Positif Tertular Korona, Kasus Covid 19 Naik Jadi 537 Orang

MATARAM—Jumlah tenaga medis di NTB yang tertular virus korona.  Mereka tersebar di enam rumah sakit dan satu puskesmas di NTB. “67 tenaga kesehatan kita yang...

Terdampak Korona, Menteri Pendidikan Pastikan Tak Ada Pemotongan Tunjangan Guru

JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim memastikan tidak ada pemotongan tunjangan guru, meski pagu anggaran pada tahun ini mengalami perubahan sebesar Rp...

Paling Sering Dibaca

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

Mulai 1 Juni, Masuk ke Malaysia Dikenai Biaya Karantina Rp 7 Juta

JAKARTA--Dampak pandemi Covid-19, Malaysia memberlakukan aturan ketat. Semua orang yang memasuki Malaysia harus menanggung biaya karantina wajib dan menandatangani surat setuju untuk membayar. Tentunya...

74 Anak-anak di NTB Positif Korona, Sebagian Besar Tertular dari Keluarga Dekat

MATARAM—Jumlah anak-anak di NTB tertular Covid 19 terus meningkat. Minggu (24/5) Dikominfotik NTB mencatat 72 anak-anak tertular Covid 19. Rinciannya 24 balita dan 48...

67 Tenaga Medis NTB Positif Tertular Korona, Kasus Covid 19 Naik Jadi 537 Orang

MATARAM—Jumlah tenaga medis di NTB yang tertular virus korona.  Mereka tersebar di enam rumah sakit dan satu puskesmas di NTB. “67 tenaga kesehatan kita yang...

Di Tingkat Banding, Mantan Kadispar Lombok Barat Dihukum Lebih Berat

MATARAM-Mantan Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat (Lobar) Ispan Junaidi  bakal tinggal lebih lama dipenjara. Hakim banding yang diketuai I Dewa Made Alit Darma dan hakim...