alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Desa Di Luar KEK Juga Akan Dikembangkan

MATARAM-MotoGP 2021 di Lombok membuat KEK Mandalika terus menjadi perhatian. Untuk itu, Pemprov NTB sudah harus berbenah dan mempersiapkan diri. Salah satunya mengembangkan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat yang desanya berada di luar KEK Mandalika.

Desa wisata menjadi salah satu alternatif yang paling sering dilakukan pemprov. Namun Kepala Bappeda NTB Ridwansyah mengatakan, tidak semua desa di luar lingkar KEK akan dikembangkan menjadi desa wisata Tetapi pemerintah akan jeli melihat apa yang menjadi potensi unggulan di desa tersebut.

“Kita akan kembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki,” jelasnya, kepada Lombok Post.

Dijelaskan, porsi pengembangan juga harus ada keseimbangan. Sebab jangan sampai kegiatan di desa di luar lingkar KEK mematikan potensi wisata yang ada di dalam.“Tidak boleh saling menganggu,” tegas Ridwan.

Untuk mengembangkan segala macam potensi yang ada, saat ini Bappeda bersama Pemkab Lombok Tengah, kemudian didukung oleh Kementerian ATR/BPN sedang menyelesaikan rencana detail di luar KEK Mandalika. Rencananya, akan mengembangkan potensi dari segala aspek seperti ekonomi, sosial, dan budaya serta infrastruktur.

“Harapannya supaya jangan lagi membangun hotel-hotel berbintang yang sama dengan di dalam kawasan, begitu sebaliknya jangan sampai mematikan aktivitas di luar kawasan,” kata Ridwan.

Ia menyebut, saat ini masterplan mengenai hal ini sedang berproses. Pengembangan potensi desa di luar kawasan memang harus diperhatikan, karena sebagai daerah penunjang, tentu harus mendukung dengan tersedianya berbagai macam fasilitas.

Sebab para pelancong yang datang ke NTB berasal dari berbagai negara dan memiliki berbagai macam kriteria. Ada wisatawan yang memiliki budget lebih, cukup, dan rendah. “Gak ada masalah misalnya mengembangkan homestay bagi desa di luar lingkar kawasan (KEK) karena yang terpenting bagaimana ekonomi baik di dalam maupun di luar tetap tumbuh,” pungkasnya. (yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks