alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Berbincang dengan Pasukan Kuning DLHK Lotim

Para pengangkut sampah menjadi saksi mata akan peningkatan volume sampah rumah tangga. Mereka yang telah puluhan tahun bekerja telah mencatat kenaikan jumlah sampah yang diangkutnya setiap hari.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

=================================

Nasrullah, Nasri, Sahwan dan Ihsan menggunakan masker yang berbeda. Ada yang menggunakan baju, masker toko, dan ada juga yang menggunakan keduanya. Wajar saja, pekerjaan mereka adalah membersihkan sampah yang bisa saja berhari-hari menumpuk di pekarangan rumah warga.  Sebelum akhirnya di bawa ke pinggir jalan.

Pasukan kuning Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim tersebut sehari-hari bertugas menyatroni tempat pembuangan sampah (TPS) di Kecamatan Selong. Dari satu titik, ke titik lain. Jumlahnya semakin hari, semakin banyak.

Nasrullah yang akrab disapa Uloh mengatakan, tak hanya jumlah yang meningkat. Akan tetapi TPS sementara juga terpajang di sepanjang jalan. Masyarakat dengan kesadaran yang minim membuat titik-titik TPS baru. “Mau tak mau, kalau ada sampah di pinggir jalan, kita harus mengangkutnya. Kalau tidak bisa disalahkan,” jelasnya.

Tidak terpusatnya tempat sampah yang harus dibersihkan menjadi beban tersendiri bagi para pahlawan lingkungan tersebut. Jangankan kontainer, bak sampah besar saja tak ada.

Hal itulah yang menyebabkan tidak terlihatnya hasil pekerjaan mereka. Sebab baru saja sampah di titik tertentu diangkut, sampah baru datang pada jam yang sama. “Sekarang kita tinggal sebentar sudah penuh lagi ini. Jadi seolah kita terlihat tidak mengangkatnya,” jelas Uloh.

Nasri dan teman lainnya juga segera mengiyakan. Suara mereka tersandung masker. Uloh sesekali membukanya untuk memperjelas keterangan kepada penulis koran ini.

Uloh mengenang sekitar delapan tahun lalu. Saat itu ia mengaku masih santai dan terkadang bisa tak menggunakan masker. Sebab sampah tak terlalu banyak dan tidak tersebar di banyak titik. Sekarang, seperti yang koran ini amati juga, pada jam-jam pasukan kuning lewat, TPS dadakan muncul di sepanjang jalan.

Bukannya masalah bagi mereka, sebab tugasnya memang mengangkut sampah di pinggir jalan. Namun alangkah senang dan terbantu rasanya, jika sampah-sampah tersebut tak berceceran di sepanjang pinggir jalan. Selain memperlamban kerja mereka, kesan mereka tak bekerja dengan baik juga semakin terasa.

Dari balik maskernya, Uloh, Nasri dan kawan-kawannya yang lain berharap masyarakat bisa membuang sampah di satu titik yang sudah disediakan. Sehingga dengan begitu, para petugas kebersihan seperti mereka bisa fokus.

Alangkah baik jika masyarakat peduli pada keinginan pasukan kuning. Sebab setelah puluhan tahun bekerja, hanya jumlah sampah yang terus bertambah. Sementara honor mereka tetap saja di bawah UMK. Bersihnya Rp 1 juta seratus ribu. (r5/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks