alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Gak Ada Plt Lagi, Bupati Lantik 26 Pejabat Eselon II

SELONG-Sejumlah kepala OPD di Pemkab Lombok Timur akhirnya tidak dipimpin oleh pelaksana tugas (plt) lagi. Ini setelah bupati melantik 26 pejabat eselon II di Kantor Bupati Lotim, kemarin (8/7). Pelantikan juga disaksikan Wakil Bupati Lotim H Rumaksi.

Nama-nama yang mengisi jabatan kosong merupakan para pejabat yang sebelumnya menjadi plt. Sebut saja M Zainuddin yang sebelumnya menjadi Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, kini telah didefinitifkan di sana. Ada juga Hj Masnan yang kini telah definif menjadi kepala disperindag

Selain itu, ada juga yang bertukar tempat seperti HM Juaini Taofik dan Hj Miftahul Wasli. Kedua pejabat Lotim tersebut bertukar tempat. Taofik yang sebelumnya menjadi Kadis PMD kini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset. Posisi tersebut sebelumnya diisi Hj Miftah yang kini dilantik menjadi Kadis PMD menggantikan posisi Taofik.

Selain itu, ada juga yang mendapatkan promosi. Yakni, Kadis Kesehatan dr Hasbi Santoso yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur RSUD dr R Soedjono Selong.

Bupati Lotim HM Sukiman Azmy mengatakan, pelantikan yang hanya beberapa menit memakan waktu yang cukup lama. Tahapan demi tahapan, memakan waktu hampir tiga bulan. “Dengan keluarnya rekomendasi KASN minggu lalu, maka proses pelantikan yang sudah kita tunggu lama sekali ini dapat dilaksanakan hari ini,” kata Sukiman.

Sukiman mengakui adanya beberapa kegiatan yang terhambat karena belum diresmikannya pejabat di beberapa OPD. Selain itu, ada juga keraguan plt dalam mengambil keputusan. Kini semua telah bisa dilaksanakan sesuai dengan harapan bersama.

Prestasi, dedikasi, dan loyalitas dikatakan menjadi pokok utama dalam pembahasan penentuan para pejabat. Karena itu, Sukiman berharap para pejabat yang baru saja dilantik dapat menjunjung loyalitas. “Saya berharap mulai saat ini kita satukan langkah bersama-sama untuk memajukan Lotim dan mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Sukiman berpesan agar para kepala OPD membuka tupoksi kerja masing-masing. Semua panduan tersebut telah tersedia. “Pelajari itu, kemudian letakkan di meja kita masing-masing. Setiap saat kita pelajari dan aplikasikan,”  pintanya. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks