alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Sengketa Lahan Ancam Investasi

MATARAM-Pemprov NTB terus berupaya mencari solusi terbaik terkait banyaknya konflik atau sengketa lahan. Karena hal ini bisa menghambat pembangunan dan membuat investasi di NTB menjadi stagnan.

Kepala Biro Pemerintah Setda NTB H Irnadi Kusuma mengatakan, untuk solusinya, belum lama ini Tim Gugus Tugas Refomarma Agraria (GTRA) NTB telah dibentuk melalui Keputusan Gubernur NTB Nomor 590-104. Sehingga semua yang berkaitan dengan permasalahan tanah, bisa diselesaikan melalui GTRA.

“Biar semuanya bisa terselesaikan dengan baik,” tegasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (8/8).

Sebagai turunan dari Peraturan Presiden RI Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria, Irnadi mengatakan, kantor tim GTRA akan terpusat di Kanwil BPN sekaligus sebagai ketua harian. Kemudian anggotanya melibatkan seluruh kepala OPD Pemprov NTB.

Dia mengakui, tim GTRA juga menjadi jalan bagi pemprov agar tidak terhambatnya pembangunan di NTB. Diketahui, banyaknya konflik atau sengketa lahan, membuat pembangunan beberapa proyek daerah bahkan nasional belum menemui titik terang. Misalnya yang masih terkendala pembebasan lahan seperti pembangunan smelter dan industri turunan di KSB, lahan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika, pembangunan bendungan Meninting, jalan bypass BIL-Kuta dan masih banyak lagi.

Hal ini berdampak pada investasi di NTB nantinya akan menjadi stagnan. Untuk itu, semua pihak harus bergerak bersama menyelesaikan permasalahan agraria. “Biar kalau ada masalah agraria, kita bisa cepat selesaikan dan juga tidak jalan sendiri-sendiri, ada integrasi penyelesaian permasalahan,” ujar mantan karo Humas dan Protokol Setda NTB itu.

Pekerjaan tim ini tidak hanya berkutat pada penyelesaian sengketa lahan saja, tetapi juga penataan aset daerah dan mendukung penyediaan sumber Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Sehingga dengan terbentuknya tim GTRA, diharapkan permasalahan tanah, termasuk data-data terkait dengan itu tidak dipegang oleh masing-masing institusi, namun ada keterpaduan data baik dari BPN dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Begitu juga dengan anggotanya nanti, bisa diperluas. Tidak hanya dari kalangan pemda saja, namun dari pihak TNI, Polri dan kejaksaan.

“Tim GTRA juga bisa menjadi fasilitator, misalnya ada sengketa lahan antara masyarakat dengan pihak swasta atau BUMN, kami bisa bantu fasilitasi,” tandasnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks