alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pemkab Minta Tambang MBLB Ditutup

SELONG-Dampak dari keberadaan tambang MBLB di Kecamatan Wanasaba direspons serius oleh Pemkab Lotim. Belum lama ini, Bupati Lotim HM Sukiman Azmy bersama OPD terkait dikabarkan turun langsung melihat lokasi tambang tersebut.

“Ya, bupati dan OPD terkait sudah melihat langsung dampak dari tambang tersebut,” kata Kabag Humas Setda Lotim Iswan Rakhmadi kepada Lombok Post, kemarin (9/9).

Pencemaran lingkungan yang dirasakan oleh masyarakat khususnya petani di hilir merupakan salah satu yang diamini bupati. Kata Iswan, dari peninjauan tersebut, Pemkab Lotim melakukan rapat koordinasi mengenai langkah yang diambil untuk menyelesaikan persoalan yang ada.

“Hasilnya, Pemkab Lotim akan bersurat ke gubernur untuk meminta tambang tersebut dievaluasi dan bila perlu ditutup,” terang Iswan.

Iswan mengatakan, Pemkab Lotim mengharapkan adanya solusi terbaik dari pemerintah provinsi. Melihat dampak nyata yang selama ini dirasakan masyarakat di hilir. Terutama bagi para petani.

“Surat akan segera dilayangkan. Mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk kita semua,” harapnya.

Kadis DLHK Lotim H Marhaban juga menjelaskan hal serupa. Ia bersama bupati telah turun meninjau langsung lokasi-lokasi tambang tersebut. “Sabtu lalu kita turun. Ada tiga tambang yang kita datangi,” jelas Marhaban.

Menurut Marhaban, hanya pemprov yang bisa menyetop tambang tersebut. Meskipun rekomendasi dari DLHK Lotim ada, akan tetapi proses dari pengerjaannya yang saat ini menjadi evaluasi bersama. Kata Marhaban, dalam rekomendasi, pihaknya menerima laporan UKL/UPL yang telah ada.

“Sementara untuk pelaksanaannya kita tidak tahu akan seperti ini. Makanya saat ini kita minta dievaluasi. Karena ternyata tidak sesuai dengan ketentuan yang ada,” jelasnya.

Salah satu yang dilanggar oleh penambang adalah melakukan pencucian melalui badan sungai. Marhaban menerangkan, seharusnya penambang membuat saluran irigasi berupa kolam. “Bukan langsung dicuci di sungai. Terkadang pekerja ini kan maunya mudahnya saja,” jelasnya. (tih/r5)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks