alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Mencuci Darah di Hemodialisa RSUD dr R Soedjono Selong (1)

Kebanyakan pasien awalnya menolak untuk berbaring di ruangan itu. Tapi setelah mencobanya, ketakutan mereka perlahan terhapus oleh kebiasaan. Semua itu tak terlepas juga dari para perawat hemodialisa RSUD dr R Soedjono Selong yang melayani pasien layaknya keluarga.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

=============================

Ruang pelayanan hemodialisa RSUD dr R Soedjono Selong terletak di bagian belakang. Kamarnya ada dua. Kamar pertama berisi enam ranjang. Kamar ke dua lima. Totalnya 11 ranjang. Jumlah tempat tidur disesuaikan dengan alat.

Alat hemodialisa merupakan pengganti ginjal. Setiap hari, alat tersebut bekerja. Pagi dan sore. Sabtu (9/3) lalu, koran ini melihat ke sebelas alat itu bekerja. Berikut para perawat. Juga pasien yang harus ke sana seumur hidupnya.

Kepala Ruangan Hemodialisa RSUD dr R Soedjono Selong Hj Siti Jauhari sedang bertugas. Dengan ramah, ia mempersilakan wartawan koran ini melakukan wawancara. Sekaligus berbincang dengan para pasiennya.  “Total pasien sekitar 70 orang,” kata Hj Siti Jauhari yang di rumah sakit akrab disapa bu Hajjah.

Setiap pasien dianjurkan mencuci darah dua kali dalam seminggu. Jadwalnya di silang pasangkan. Senin-Kamis, Selasa-Jumat, Rabu-Sabtu. Cuci darah pertama dan kedua dilakukan selama dua jam. Ketiga selama tiga jam, dan keempat dan seterusnya selama empat jam. Kata Bu Hajjah, cuci darah bukan untuk menyembuhkan ginjal. Karena itu, para pasien harus mencuci darahnya seumur hidup.

Layanan kesehatan Hemodialisa RSUD Selong sendiri dibuka 16 Maret 2015. “16 Maret mendatang akan genap empat tahun,” terangnya.

Sebelumnya, para pasien dari Lotim harus mencuci darah mereka ke RSUD NTB atau RSUD Kota Mataram. Bu Hajjah menerangkan, ada beberapa pasien yang jika dihitung dari semenjak cuci darah di Mataram lamanya mencapai 10 tahun.

Usia pasien sendiri bermacam-macam. Dari yang muda dengan usia 20-25 tahun dan yang tua 50 tahun ke atas. Ditanya mengenai pasien dengan usia muda, Bu Hajjah langsung menyebutkan satu per satu nama mereka. “Tentu saya hafal, mereka setiap minggu datang ke sini. Dan itu untuk seterusnya. Itulah yang membuat kami sangat dekat dengan pasien,” katanya.

Pelayanan prima diberikan para petugas medis di hemodialisa. Hal itu tak hanya disampaikan bu Hajjah. Salah seorang pasien Saraswati menerangkan jika perawatan yang didapatkan sangat baik. “Para perawat memperlakukan kami seperti orang tuanya,” kata Saraswati sembari bertukar tawa dengan bu Hajjah.

Tak hanya hubungan perawat dengan pasien, hubungan pasien dengan sesama pasien juga sangat dekat. Bagaimana tak saling kenal, dengan terjadwal mereka selalu bertemu di tempat itu. Ruangan yang memperlihatkan selang dengan darah yang mengalir di dalamnya itu tak lagi menakutkan.

“Memang masyarakat pada umumnya masih menganggap cuci darah itu mengerikan. Tapi jika pasien sudah tahu, pandangan itu akan segera sirna,” terang Bu Hajjah.

Untuk memberikan edukasi, ia juga melakukan konseling kepada pasien. Hal itu dilakukan untuk menguatkan pasien. Kata bu Hajjah, ke depan ia berencana melakukan semacam pertemuan untuk meminta pasien melakukan semacam testimoni. Sehingga masyarakat pada umumnya bisa teredukasi.

Mengenai pembayaran, biaya sekali cuci darah Rp 1.020.000. Semua pasien menggunakan BPJS Kesehatan. “Ada satu yang menggunakan SKTM,” terang bu Hajjah.

Ke depan, ia berharap akan ada penambahan alat. Sehingga alat yang ada bisa digunakan dengan maksimal. Sebab seharusnya, alat tesebut tidak digunakan tiga kali dalam sehari. “Semoga ada penambahan,” harapnya. (bersambung/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks