alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Para Penjaga Rumah Allah di Gumi Patuh Karya

Masjid As-Syifa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji dibangun tahun 1953. Sejak saat itu, ada puluhan nama penjaga masjid atau marbot yang terngiang di ingatan pengurusnya. Solihun, merupakan marbot yang kesekian. Tapi latar belakangangnya justru berbeda dengan para marbot pendahulu. 

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

======================================

Tahun 2013 lalu, Solihun memilih untuk menjadi penjaga atau marbot masjid As-Syifa. Jika dihitung sampai saat ini, ia sudah menjaga rumah Allah selama hampir 6 tahun.

Masjid yang terletak di pinggir jalan raya Selong – Labuhan Haji itu ternyata tak dibangun kemarin sore. Melainkan memiliki sejarah yang cukup panjang. “Masjid ini ada sebelum kami yang tua-tua sekarang ini lahir,” kata Solihun.

Sejarah panjang itu salah satunya ada di benak Solihun. Kakeknya, almarhum Amaq Kelsum sebelumnya menjadi penjaga masjid ini. Kata Solihun, ia mengenang hari-hari saat ia menemani kakeknya membersihkan kolam kecil yang melingkari masjid. Katanya, dulu memang banyak kolam.

Di bawah empat tiang besar yang menyangga bagian tengah dan meninggi ke kubah masjid tersebut, Solihun dan salah seorang pengurus Masjid Tanjung HM Nurdin sedang duduk. Mereka menikmati udara sejuk dalam masjid yang terhampar di siang hari selepas ibadah salat jumat.

“Kita dulu sama-sama dari jalan. Saya sopir, dia ini bekerja jadi tukang mandikan mobil,” terang Nurdin.

Solihun menimpali, dunia jalanan mendekatkannya dengan minuman. Sebentar berhenti, sebentar minum lagi. Baginya, seperti tak ada kata berhenti. Kata Solihun, waktu itu tiba-tiba saja dia ingin berhenti mengikuti gaya hidup anak muda. “Sudah waktunya beralih yang ke tua atau berpikir dewasa,” terangnya.

Pilihan hijrah pun diikuti oleh langkahnya ke dalam masjid. Hari demi hari ia lalui. Langkah terus ia teguhkan. Solihun selalu berusaha menjadi orang yang pertama berada di dalam masjid. Mengumandangkan azan. Lalu menyapu lantai. Dia orang yang pertama datang, dan terakhir pulang.

Maka seperti halnya tradisi para marbot terpilih di masjid yang ada di Lombok ini, mereka yang merasa terpanggil akan diakui menjadi marbot. Tak ada penunjukan, tak ada pelantikan. Seleksi alam berlangsung. Dari jalan hitamnya di pinggir jalan, kini Solihun telah istiqamah di jalan Allah.

Ditanya mengenai kapan sekiranya ia akan berhenti menjadi marbot, Solihun menjawab, ketika waktunya hidup di dunia telah habis. “Selama itu, insya Allah, saya akan tetap menjaga lima waktu dan kebersihan di masjid ini,” jelasnya.

Dibanding marbot lainnya, kesejahteraan Solihun cukup diperhatikan oleh pengurus masjid. Rp 1,7 juta ia terima per bulan. Kata Solihun, hal itu sudah sangat cukup. Ia pun lalu tersenyum. Lalu kembali mengambil kitab suci Alquran dan membacanya. Menunggu waktu asar tiba. (bersambung/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks