alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

KPU Lotim Libatkan 455 Petugas untuk Sortir dan Lipat Surat Suara

SELONG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim mulai  melakukan proses penyortiran dan pelipatan surat suara di Gedung lantai dua Mini Mall Selong, kemarin (11/3). Ketua KPU Lotim Dr M Junaidi mengatakan, proses penyortiran dan pelipatan kertas suara tersebut melibatkan sebanyak 455 orang.

“Petugas ini kita rekrut dari berbagai kecamatan di Lotim,” kata Junaidi kepada Lombok Post, kemarin (11/3).

Sebagian besar petugas penyortir dan pelipat surat suara tersebut berasal dari Kecamatan Selong dan sekitarnya. Kata Junaidi, rekrutmen petugas tidak dilakukan sembarangan. Ada dua syarat kunci yang mesti dimiliki petugas. Pertama KTP dan kedua, bisa membaca dan menulis.

Setelah diterima, para petugas mendapat arahan awal dengan contoh surat suara yang tidak asli. Selanjutnya, pengarahan langsung akan diberikan saat surat suara di buka. “Kita memiliki sebanyak 15 pengawas yang nantinya bertugas memberikan pengarahan pada saat pengerjaan,” terangnya.

Selain dari pengawas, tata cara pelipatan juga ditempel di dinding. Yang dilakukan sendiri cukup sederhana. Pertama menyortir surat suara yang memiliki coretan, atau robek, dan kondisi lainnya yang bisa menyatakan surat suara itu batal.

Adapun yang pertama kali dikerjakan adalah surat suara pemilihan presiden. Disusul DPD, dan DPRD. Baik kabupaten, provinsi, dan pusat. Sementara honor yang didapatkan dihitung per lembar. Yakni, Rp 100 per lembar untuk surat suara pimpres. Rp 125 per lembar untuk surat suara DPD, dan Rp 150 per lembar untuk surat suara DPR. “Kalau DPR kan lipatannya banyak. Jadi ada tiga itu,” jelasnya.

Kata Junaidi, tahapan sortir dan pelipatan suara sendiri diprediksi akan berlangsung selama 10 hari. Saat ini belum semua surat suara diterima KPU. Junaidi berharap sisa surat suara yang belum datang bisa tiba sebelum yang ada ini selesai dikerjakan. “Agar tidak terjadi kekosongan,” ujarnya.

Sementara untuk keamanan sendiri, pihaknya melibatkan kepolisian dan siaga penuh dari pengawas. Bahkan pengawasan sudah dilakukan sejak rekrutmen. Sementara dalam prosesnya dilakukan penjagaan ketat. Masuk dan keluar para petugas mendapat pemeriksaan dari kepolisian.

Sahnun, salah seorang petugas pelipat dan sortir surat suara dari Lendang Bedurik, Kecamatan Sekarteja mengatakan, senang mengejarkan tugas tersebut. Selain mendapatkan honor, ia juga dapat melihat lebih dulu kertas suara. Sehingga nantinya bisa dengan mudah memilih. “Harus hati-hati juga melihat kertasnya,” kata Sahnun sembari mencermati surat suara yang dikerjakannya. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks