alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

Mencuci Darah di Hemodialisa RSUD dr R Soedjono Selong (2-Habis)

Kenyataan yang harus dihadapi para pasien hemodialisa adalah tak ada kata berhenti untuk berkunjung ke sana. Maka wajar jika pasien dan keluarganya menganggap tempat cuci darah itu sebagai rumah ke dua mereka.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

=============================

Cuci darah. Bagi masyarakat umum, dua kata itu mungkin menakutkan. Gambaran awam, darah dalam tubuh minta dilaundry. Hal itu disebabkan karena ginjal atau mesin pembersihnya rusak total.

Tentu penjelasan mengenai hemodialisa atau cuci darah tidak sesederhana itu. Tapi untuk cepat memahaminya, gambaran tersebut dirasa cukup tepat. Namun justru dengan ulasan sederhana itu juga, ‘kengerian’ cuci darah terasa dekat. Terutama bagi mereka yang dilanda penyakit ginjal kronis.

Siang itu, perawat jaga hemodialisa RSUD dr R Soedjono Selong Surahman Hadi Putra sedang bertugas. Ia menerangkan, sebagian besar penyebab gagal ginjal kronis disebabkan oleh hipertensi dan kencing manis. Itu bagi yang tua. Sementara yang muda, biasanya disebabkan oleh faktor gaya hidup. “Secara umum, kurang minum. Ditambah dengan terlalu banyak mengkonsumsi minuman penambah stamina,” kata Hadi.

Tapi ada juga yang memang kelainan sejak lahir. Seperti Sopian Hadi. Saat ditemui koran ini, ia mengaku sudah enam tahun melakukan cuci darah. “Sejak mau lulus SMA,”  kata Sopian yang sedang duduk santai di ranjang cuci darahnya.

Di samping Sopian, Mukarramah terlihat sedang memencet-mencet alat pencuci darah tersebut. Persis seperti perawat. Kata Mukarramah, saking sudah lamanya, ia sudah tahu cara mengoperasikan alat tersebut. “Dulu semasih cuci darah di Mataram, kalau kepagian datang, kita pasang alat sendiri,”  terang Mukarramah.

Sopian yang berasal dari Suralaga memiliki jadwal cuci darah pada hari Rabu dan Sabtu. Ia mengatakan jika tempat tersebut sudah menjadi rumah keduanya. Sebab hampir tak ada lagi pilihan lain. Kata Sopian, ia bersyukur dengan baiknya pelayanan perawat RSUD Selong di Hemodialisa.

Tak hanya Sopian, pasien yang mengatakan tempat itu seperti itu juga diucapkan oleh Saraswati. Ia menerangkan, sampai melakukan arisan di tempat tersebut. Mereka yang memiliki jadwal sama membuat arisan. Kepala ruangan hemodialisa Hj Siti Jauhari pun tak bisa menolak ketika diminta ikut dalam arisan tersebut.

“Seperti inilah kebersamaan yang dibangun oleh pasien di sini,” kata Hj Siti Jauhari atau yang akrab disapa bu Hajjah di RSUD Selong. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks