alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Gedor Polres Lotim, Warga Desa Korleko Minta Ditahan Bersama

Kasus Perusakan Alat Berat Galian C

SELONG-Puluhan warga Desa Korleko, Korleko Selatan, dan Tirtanadi memenuhi halaman Satreskrim Polres Lotim, kemarin (11/3/2020). Mereka datang untuk melihat dua orang rekan mereka yang diperiksa atas kasus dugaan pengerusakan alat berat tambang galian C di Desa Mamben Baru.

 

“Satu ditahan, semua kami harus ditahan. Karena aksi pengerusakan itu adalah aksi rakyat,” kata salah seorang warga Desa Korleko Ikrom.

 

Ia menerangkan, sudah lima tahun lebih warga Desa Tirtanadi, Korleko, dan Korleko Selatan merasakan dampak buruk tambang galian C. Hingga pada Januari lalu, mereka mendatangi salah satu tambang di Dusun Lendang Belo, Desa Mamben Baru, Kecamatan Wanasaba. “Jumlah kami ratusan. Namanya massa banyak beberapa dari kami melempari alat berat yang ada di tambang itu,” jelasnya.

 

Bagaimana tidak kesal, petani di tiga desa tersebut sudah sangat dirugikan oleh tambang galian C itu. Tidak hanya irigasi, air tempat peribadatan keruh dibuatnya. “Seringkali kita tidak bisa berwudu,” terang dia.

 

Semua itu berbuntut pada aksi yang akhirnya membuat amarah warga memuncak. Akibat dari pengerusakan tersebut, pemilik tambang yang kabarnya adalah perseorangan melaporkan warga ke kepolisian. “Nah, ini yang dipanggil dua orang dan lima saksi. Kami maunya semua jadi saksi. Ini perbuatan kami semua,” jelasnya.

 

Ikrom menambahkan, pihaknya tidak menuntut tambang ditutup. Tapi mereka juga ingin dipahami. Kata Ikrom, gerakan warga itu tidak dipersiapkan sebelumnya. Melainkan murni kemarahan yang lama dipendam. “Karena sudah bertahun-tahun merugikan kami,” ujarnya.

 

Ada ratusan warga dari tiga desa yang ingin datang ke Polres Lotim. Namun oleh pemdes, jumlah mereka dibatasi. “Ada ratusan yang sebenarnya siap turun ke sini,” jelasnya.

 

Polmas Korleko Bripka Fathurrahimin menerangkan, akibat amukan warga dari tiga desa di tambang galian C tersebut, tidak hanya kaca alat berat yang rusak. Tapi juga mesin penyaring dan beberapa fasilitas lainnya. “Kedatangan mereka ini damai. Bentuk solidaritas,” jelas Fahurrahimin.

 

Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio belum bisa berkomentar banyak mengenai respons warga tersebut. Menurutnya, tahapan tersebut masih dalam proses pemeriksaan. “Intinya sesuai dengan prosedur saja,”  kata Tunggul. (tih/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks