alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Warga Tebaban Gedor Kantor Desa

SELONG-Ratusan warga Desa Tebaban, Kecamatan Suralaga menggedor kantor desanya, kemarin (11/11). Mereka menuntut pemerintah desa dan kecamatan membatalkan pelantikan perangkat desa dan kepala kewilayahan. Warga menilai ada yang tidak beres dalam pengangkatan perangkat desa.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Desa Tebaban Mijhamuddin Alwi menerangkan, kekesalan warga sudah memuncak. Hal itu mengakibatkan mereka berunjuk rasa. Meminta dengan tegas pembatalan pelantikan tersebut.

Sebelumnya camat Suralaga sudah mengeluarkan surat rekomendasi penolakan hasil tes perangkat desa. Dan itu diumumkan di masjid. “Ini diketahui oleh semua masyarakat. Lalu mengapa kok tiba-tiba ada pelantikan,” kata Alwi kepada Lombok Post.

Ia menerangkan, surat rekomendasi penolakan tersebut dikeluarkan oleh camat berdasarkan surat penolakan yang dilakukan warga. Kata Alwi, surat penolakan warga itu cukup kuat sehingga camat mengeluarkan rekomendasi penolakan.

Dalam aksi tersebut, pihaknya justru mempertanyakan fungsi surat rekomendasi penolakan yang dikeluarkan camat. Bagaimana bisa surat tersebut bisa hilang dan tiba-tiba saja pihak desa melakukan pelantikan. Pihaknya juga menuntut dilakukan tes ulang. “Tes yang sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Salah seorang peserta tes pengangkatan perangkat Desa Tebaban yang tak diloloskan Fathul Arifin menegaskan gerakan tersebut murni dari masyarakat. Ia mengatakan, sebenarnya masyarakat sudah berulang kali melakukan mediasi. Akan tetapi setiap kali dikumpulkan camat, panitia seleksi tak mau datang. “Sekdesnya juga selalu menghilang. Selalu ada halangan kalau kita mediasi,” terang Arifin.

Menurutnya, jika panitia berani bersumpah atas proses yang dilakukannya dengan benar, maka mereka akan menerima hasil tes dengan legowo. “Tapi kami minta mereka bersumpah, mereka tidak berani. Itu saja yang kami minta,” tegasnya.

Memang ada beberapa kejanggalan dalam proses tes seleksi perangkat Desa Tebaban. Arifin mengatakan, dalam aturan, yang terlibat dalam kepanitiaan semestinya ada dari salah satu tokoh masyarakat. “Ini tidak ada perwakilan tokoh masyarakat. Seolah-olah mereka saja yang ada di sana. Mereka yang buat tes, mereka yang ikut dan jawab sendiri,” katanya.

Sementara itu, Camat Suralaga Iskandar Zulkarnaen membenarkan adanya surat penolakan hasil seleksi perangkat desa. Dalam surat tersebut, ada dua rekomendasi yang diminta warga. Pertama dilakukan seleksi ulang, kedua dilakukan sumpah.  “Dalam perjalanannya, opsi kedua ini yang ditempuh panitia,” kata Iskandar.

Panitia telah membuat pernyataan sumpah di atas hitam putih. Kata Iskandar, akan tetapi warga yang menolak hasil seleksi ternyata meminta sumpah tersebut dilakukan bukan saja dengan cara tertulis, namun juga diikrarkan.

Ia menerangkan, sumpah dihadapan masyarakat yang diikrarkan belum bisa dilakukan. Hal itu disebabkan oleh panitia seleksi yang berjumlah tujuh orang belum lengkap. “Selanjutnya persoalan ini akan dimediasi polres besok pagi (hari ini, red),” jelasnya. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks