alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

AGTHI Lotim Pertanyakan Hasil Evaluasi SK Honorer

SELONG-Asosiasi Guru Tenaga Honorer Indonesia (AGTHI) Lombok Timur menunggu hasil evaluasi SK honorer daerah. Ketua AGTHI Lotim Tapaul menerangkan jika sampai saat ini belum ada aroma keberatan dari pihaknya. “Namun tidak tahu setelah nanti SK tersebut keluar,”  kata Tapaul kepada Lombok Post, kemarin (12/3).

Tapaul sendiri menegaskan jika pihaknya sudah mendengar SK yang akan dikeluarkan pascapilpres. Kata Tapaul, SK untuk tenaga honorer bagian umum di sekretariat daerah yang kabarnya sudah keluar tidak menjadi persoalan. Sebab mungkin untuk bagian itu tidak membutuhkan evaluasi yang sulit.

“Tapi untuk honorer guru ini belum kita ketahui. Kabarnya untuk penempatan sudah dikirimkan ke masing-masing UPT,” terangnya.

Kepala BKPSDM Lotim M Khairi menerangkan jika SK honorer bagian umum dikeluarkan terlebih dahulu karena alasan mendesak. Verifikasi yang dilakukan juga tidak sulit dan terbebas dari adanya indikasi kepentingan. “Insya Allah sudah tidak ada masalah,” kata Khairi.

Diterangkan, SK yang sudah dikeluarkan berjumlah 230 honorer. Selanjutnya, seperti yang pernah disampaikan bupati, SK untuk honorer di dinas-dinas lain menyusul. Kata Khairi, pihaknya akan segera mengutamakan dinas yang membutuhkan tenaga besar. Seperti pendidikan, kesehatan, dan kebersihan. “Semua ini sedang kami betul-betul verifikasi. Guna menghindari adanya persoalan,” pungkasnya. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks