alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Draf SK Pemecatan ASN Mantan Koruptor Sudah Siap

SELONG-Sebanyak 16 ASN mantan napi korupsi lingkup Pemkab Lombok Timur selangkah lagi akan resmi dipecat. Kepala BKPSDM Lotim M Khairi mengatakan, pemberhentian tersebut dilakukan dengan tidak terhormat. “Drafnya sudah kita buat,” kata Khairi kepada Lombok Post, kemarin (12/3).

Sesuai dengan surat Menpan-RB, pimpinan daerah diberikan batas akhir per 30 April. Dalam surat tersebut, jika tak diindahkan, Menpan menegaskan kembali sanksi berat berupa pemberhentian bupati. Karena itu, mau tak mau, bupati harus menandatangani SK tersebut.

“Bupati sendiri sedang menimbang-nimbang dan tak bisa mengelak ketika saya sodorkan surat dari Menpan tersebut,” terangnya.

Mengomentari tenggat waktu, Khairi menegaskan jika pihaknya akan mengeluarkan SK tepat di 30 April. Ia menerangkan, pemberhentian yang dibebankan pada daerah tak semudah itu untuk dilakukan. Mengingat ASN terkait telah puluhan tahun mengabdi untuk Lotim.

Kata Khairi, di sinilah letak tidak adilnya pusat dalam mengurus persoalan. “Kalau yang enak-enak dia yang eksekusi, kalau yang sulit-sulit begini diberikan pada daerah. Sama halnya seperti PPPK,”  tegas Khairi.

Adapun mengenai kabar banding ke MK yang dilakukan ASN mantan napi korupsi se-Indonesia masih menunggu hasil. Jika dalam perjalanan permintaan mereka diterima, maka ada waktu untuk membatalkan SK. Namun sesuai dengan surat tersebut, mau tak mau draf harus segera dikirim ke Bupati.

Dengan SK pemecatan, maka dengan sendirinya ASN mantan napi korupsi tak mendapatkan tunjangan pensiun. Kata Khairi, semua yang seharusnya didapatkan ASN ketika berhenti juga tak diberikan. Termasuk asuransi dari Taspen. “Karena mereka berhenti secara tidak terhormat itu,” terangnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Lotim H Rumaksi menerangkan jika pemberhentian ASN mantan napi korupsi membuat dilema bagi hampir semua pimpinan daerah di Indonesia. “Tidak hanya kita yang belum, tapi semua pimpinan daerah di Indonesia ini,”  kata Rumaksi. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks