alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Para Pelipat Surat Suara Pemilu di Lombok Timur

Pekerjaannya mereka terlihat sederhana. Hanya menyortir dan melipat surat suara pemilu saja. Tak lebih dari sepuluh detik untuk mendapatkan Rp 100 per lembar. Tapi siapa sangka, di balik kesederhanaan itu, waspadanya tingkat dewa.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

=============================

Ruang lantai dua Mini Mall Selong sangat luas. Sekitar delapan ratus meter persegi atau delapan are. Seperempat dari tempat tersebut sudah dipenuhi kotak suara yang pada tahap sebelumnya sudah selesai dikerjakan. Kotak suara dari kardus itu cukup memakan tempat. Maklum jumlahnya tidak sedikit. Ribuan.

Tempat yang luas itu, kini terasa semakin sesak dengan kehadiran 455 petugas penyortir dan pelipat surat suara. Mereka berasal dari warga biasa yang mengambil upah melipat. Per lembar mereka mendapat variasi harga dari Rp 100 sampai Rp 150. Tergantung model surat suaranya. Semakin besar ukurannya, honornya semakin besar.

Pagi itu, dengan tenang, Sahnun, salah seorang petugas pelipat dari Lendang Bedurik mengerjakan tugasnya. Ia mengatakan telah bersiap sejak pagi buta. Hadir pukul 7 pagi. Pulang pukul 5 sore. Setiap 25 lembar surat suara yang telah dilipat, ia akan mengikatnya dengan gelang karet. “Sudah Rp 2.500 itu,” katanya dengan senyuman yang mengembang.

Meski bibirnya berkata-kata, tapi mata dan tangannya tetap bekerja. Mata melihat kertas, tangan meraba dan kemudian segera melipatnya. Semakin cepat, semakin baik. Jika dalam sehari ia mendapatkan  100 lembar, maka sudah ada Rp 10 ribu yang dikantongi. Targetnya tentu lebih banyak dari itu. Satu hari ia bisa pridiksi bisa sampai seribu.

Tapi di samping mengejar lipatan sebanyak-banyaknya, ia menerangkan jika kewaspadaan tak boleh dikesampingkan. Katanya, 455 terbagi ke dalam 15 kelompok. Masing-masing kelompok dipimpin oleh seorang pengawas dari KPU Lotim. Ketika bekerja, 15 pengawas seolah tak pernah mengedipkan mata. “Itulah sebabnya kita kerjanya cepat tapi hati-hati, takut kenapa-kenapa,” terangnya.

Di samping melihat rupiah, Sahnun mengaku senang menjadi petugas pelipat dan penyortir surat suara. Sebab ia bisa dengan mudah mengenali jenis surat yang akan dicoblosnya. Katanya, nanti sesampai di rumah, ia akan mengabarkan kepada keluarga dan tetangganya, bagaimana jenis surat suara yang akan dicoblos nanti.

Ketua KPU Lotim Dr M Junaidi mengatakan, jika salah satu harapan dari pelibatan warga sebagai petugas adalah agar mereka bisa mengetahui surat suara. “Ya, termasuk itu juga. Mereka bisa mengetahui jenis surat suara yang akan dicoblos nanti,” terang Junaidi. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks