alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Kreatif di Masa Korona, Warga Bermi Pancor Tata Kampung Penuh Bunga Warna Warni

Pemuda Lingkungan Bermi, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong telah mencanangkan sejak lama program ‘Ijo Bermi’. Di tengah pandemi Covid-19 ini, hal itu dapat direalisasikan dengan kebersamaan menjaga kebersihan.

 

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

 

Hal baru yang anda temui saat memasuki gang RT 30, Lingkungan Bermi, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong tidak hanya adanya portal. Tapi juga taman mini di sepanjang jalan. Pot-pot bunga yang terbuat dari plastik bekas berjejer rapi. Warna-warni keindahan membuat pemandangan jadi asri.

“Sudah lama kami berkinginan membuat kampung ini menjadi kampung hijau,” kata tokoh pemuda lingkungan bermi M Syarifudin.

Tapi keinginan tersebut justru berjalan di tengah mewabahnya virus korona di Lotim. Kata Syarifudin, itulah salah satu upaya yang dilakukan warga setelah memahami pentingnya menjaga kebersihan guna menangkal penyebaran Covid-19. “Pucuk dicinta wulampun tiba. Dari RT 30 ini kami memulainya,” jelas Syarif.

Para remaja dan pemuda di Bermi merasa penting untuk mengajak warga membersihkan lingkungan. Tapi tidak hanya itu, bersih saja tidak cukup. Bersih membutuhkan sesuatu agar warga dengan senang hati menjaga kebersihan itu. Atau malu untuk membuang sampah sembarangan. “Dengan adanya taman di sepanjang jalan ini, warga jadi berpikir dua kali membuang sampah,” jelasnya.

Beberapa hari sebelumnya, bersama relawan Covid-19, pemuda dan warga lingkungan Bermi bersama-sama menyemprotkan cairan disinfektan. Semua disusuri untuk disemprot. Nah, di saat itu juga muncul ide untuk menambah adanya pot-pot bunga di pinggir jalan.

Kata Syarif, kalau sudah mulai satu, warga lainnya juga ingin melakukan hal yang sama. Ke depan, ia berharap tidak hanya RT 30 yang memanjakan mata warga. Tapi juga RT lainnya. Mengenai siapa yang membuat pot dan membeli bunga, Syarif mengatakan semua dari warga.

Kebersihan lingkungan menurutnya memiliki banyak manfaat. Mata yang memandang kebersihan dan keindahan lingkungan akan merasa tenang. Jika tenang maka akan senang. Imunitas pun bisa bertambah. “Semoga ini bisa menjadi musuh si korona itu,” harapnya sembari bercanda. (r5)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Zona Merah, Pembelajaran Tatap Muka di Mataram Terlalu Berisiko

Pemkot Mataram belum bisa menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Karena kegiatan ini dinilai terlalu berisiko di tengah mewabahnya Covid-19 di Kota Mataram. “Pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa kita lakukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram HL Fatwir Uzali pada Lombok Post, Jumat (7/8)

Senin, Gerindra Janjikan SK Dukungan untuk Makmur-Ahda

Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda) belum memegang SK dukungan. Baik dari Partai Gerindra maupun PKB.

Inovasi Pengusaha Kuliner Mataram Gaet Pengunjung di Masa Pandemi

IKON KULINER IBU KOTA: Karyawan warung Sate Rembiga Hj Sinnaseh menyiapkan pesanan pelanggan, Kamis malam.( DIDIT/LOMBOK POST)

Sekolah Tutup Pendataan Pemilih Pemula di Mataram Terhambat

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram kesulitan mendata warga  berusia 17 tahun atau pemilih pemula pada Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang. Alasannya, karena sampai saat ini belum ada proses belajar mengajar tatap muka dilakukan sekolah.

Satu Tenaga Kesehatan Positif Korona Sejumlah Ruang RSUD Bima Ditutup

Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di RSUD Bima ternyata sudah ada yang terpapar Covid-19.  Informasi yang berhasil dihimpun, ada sembilan yang terdiri dari Nakes dan pegawai RSUD Bima yang terpapar.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks