alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Pemkab Lotim Beri Dukungan Penuh Pencabutan Pagar Pembatas di Pantai Tampah Boleq

SELONG-Dengan atau tanpa persetujuan PT Tamada, pagar pembatas di Pantai Tampah Boleq akan dicabut. Hal itu merupakan satu dari sekian hasil rapat koordinasi Pemkab Lombok Timur dengan panitia festival pesona budaya kaliantan (FPBK) di Kantor Bupati, kemarin (13/2).

“Salah satu prioritas rakor kita tadi membicarakan keamanan tersebut,” terang Ketua panitia FPBK 2019 Busran Eka Mayadi.

Ia menerangkan jika hasil rakor tersebut memberi sinyal positif kepada panitia. Ia menerangkan, keamanan menjadi yang utama dalam gelaran pesta rakyat tahunan tersebut. Terlebih diketahui, jika ada saja keributan kecil yang terjadi pada pesta tersebut. “Artinya kita ingin memastikan keamanan kegiatan ini. Jangan sampai seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Mengenal Persata, Klub Sepak Bola Tertua di Lotim (1)

Eka menerangkan FPBK kali ini merupakan gelaran yang pertama kali mendapat dukungan penuh pemerintah. Terutama melihat sikap tegas bupati yang menyatakan akan mencabut pagar pembatas dengan atau tanpa persetujuan PT Tamada.

Tahun ini akan berbeda. Kalimat yang selalu ditegaskan Eka tersebut sebisa mungkin ingin diwujudkan dalam bentuk nyata. Tak hanya kata-kata belaka. Meski memang, komitmen pemkab masih sebatas pada komitmen menjaga keamanan dan keberlangsungan kegiatan. Akan tetapi, Eka menerangkan jika dana yang digunakan masih dari aspirasi anggota dewan Safrudin. “Tadi disinggung, jika kekurangan dana, silakan dikoordinasikan. Tentu kita berharap wujudnya,” pinta Eka.

FPBK 2019 yang hendak digelar dari 20 sampai 25 Februari tersebut memang diharapkan menyulut gaung yang lebih besar dari sebelumnya. Kabid pemasaran Dinas Pariwisata Lotim Muhir sebelumnya menerangkan harapan besar tentang hal tersebut.

Baca Juga :  Zona Merah Covid-19, Tenaga Medis di Lotim Bekerja dengan Perlengkapan Seadanya

Kata Muhir, niat panitia FPBK patut mendapat apresiasi. Hal itu karena melihat potensi besar yang dimiliki Kaliantan. Ke depan, hal tersebut bisa menjadi digabung dalam sebuah event besar. “Rinjani Call The World,” katanya. (tih/r7)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/