alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Cara Mahasiswa KKN Unram Bantu Pulihkan Ekonomi Pascagempa

Warga Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambelia beramai-ramai mengolah hasil pekarangan rumah mereka. Hal itu mereka lakukan bersama sejumlah mahasiswa KKN Universitas Mataram (Unram). Bagaimana mereka memulainya?

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

===========================

Tak butuh waktu satu bulan untuk menumbuhkan kesadaran warga. Etika Lailaturrahman, salah seorang mahasiswa KKN Unram mengatakan, ide tersebut berawal dari pemetaan potensi yang dimiliki warga. “Desa Bagik Manis ini subur, tapi warga belum bisa memanfaatkan lahannya dengan maksimal,” kata Etika.

Menurut dia, selama ini pertanian masih dipahami secara umum. Menanam di sawah dengan menggunakan pupuk kimia. Padahal, jika melihat potensi lahan, pekarangan rumah tanpa pupuk pun bisa dimanfaatkan warga. Hasilnya tidak hanya untuk dikonsumsi pribadi, akan tetapi lebih dari itu. “Hasilnya bisa diolah dan dijual,” terangnya.

Ide itu pun tak hanya mampir di kepala. Namun segera diterapkan. Menurut Etika, warga mesti mendapatkan edukasi mengenai hal itu. Bersama mahasiswa lainnya, ia pun mulai menanam sayur mayur di pekarangan rumah warga. Selain itu, ia juga memanfaatkan sejumlah lahan kosong yang ada. “Kami juga mengajarkan kepada warga bagaimana memanfaatkan pupuk organik,”  ujarnya.

Hasilnya tak membutuhkan waktu yang lama. Warga tentu sangat terbantu. Sebab dengan memiliki memiliki tanaman sendiri di pekarangan rumah, mereka tak perlu membeli sayur. Dengan begitu, uang yang tadinya dipakai untuk membeli kebutuhan lauk pauk, bisa ditabung atau digunakan untuk mencukupi kebutuhan lain.

Setelah kebutuhan dapur rumah tangga selesai, mahasiswa ini juga mengajak warga untuk mengolah sayur tersebut menjadi makanan yang bernilai ekonomis. Bayam merah, pak coy, dan selada bisa diolah menjadi beraneka produk makanan. Mulai dari kripik bayan, kue bolu, es krim, dan lain sebagainya.

Pemdes Bagik Manis pun mengapresiasi kerja tersebut dengan membantu pemasaran produk olahan dari pekarangan rumah tersebut. Bazar hasil olahan itu pun dibuat. Kepala Desa Bagik Manis Fathurrahman mengatakan, kerja produktif yang dilakukan warga bersama mahasiswa harus bisa dilanjutkan.

“Semoga kesadaran memanfaatkan pekarangan ruma ini tidak selesai di sini. Tapi bisa dilanjutkan dan menjadi percontohan untuk desa-desa lainnya,” harap Fathurahman. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks