alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Masyarakat Harus Lebih Selektif!

SELONG-Kesadaran petani garam melakukan yudisasi atau pemberian zat yodium pada garamnya dinilai semakin berkurang. Semakin hari, semakin banyak saja petani garam yang tidak mengedarkan garam non yodium di Lotim. Hal tersebut disampaikan salah seorang petugas yudisasi dari Lembaga Unit Pelayanan Jasa Yudisasi Masyarakat Prima (UPJY MP) Keruak, Ahmad Fauzi.

“Masih banyak yang main petak umpet dengan petugas pemeriksaan. Mereka melakukan yudisasi kalau sudah ditangkap begini,” kata Ahmad kepada Lombok Post.

Menurut Ahmad, petani garam malas melakukan yudisasi karena beberapa faktor. Salahnya satunya adalah karena berkurangnya subsidi yudisasi kepada petani garam. Dulunya, petani garam bisa mendapatkan subsidi yudisasi sampai seratus persen. Namun sekarang, sudah menyusut menjadi 25 persen.

Padahal biaya untuk melakukan yudisasi tidaklah terlalu banyak. Namun memang butuh tenaga lebih untuk melakukannya. Ahmad menerangkan, kesadaran yudisasi tersebut terlihat dari semakin berkurangnya petani yang meminta jasanya untuk melakukan yudisasi.

“Kita berharap, pemerintah bisa memberikan subsidi lagi. Kalaupun tidak seratus persen, ya 50 persen saja,” jelasnya.

Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Lotim Wiwin Ayu Iswardianingrum mengatakan, belum lama ini pihaknya telah menyita garam non yodium dari tangan pengusaha nakal. Garam yang informasinya berasal dari Bima tersebut ditemukan di gudang salah seorang pengusaha dari Kecamatan Aikmel.

Kata Wiwin, jumlah yang disita pada sidak per tiga bulan tersebut sebanyak 150 karung. “Ini yang kedua kalinya kita amankan dari pengusaha yang sama,” jelas Wiwin.

Wiwin menerangkan, pengusaha yang ditemukan menyimpan garam non yodium diberikan waktu. Terutama untuk melakukan yudisasi atau pemberian iodium untuk garam tersebut.

Kasatpol PP Lotim Baiq Farida Apriani menerangkan, pihaknya sebenarnya telah geram melihat para pengusaha nakal tersebut. Menurutnya harus ada efek jera yang diberikan. “Kemarin saya sendiri ingin cepat memusnahkannya. Tapi pengusaha meminta dan bersedia untuk melakukan yudisasi. Dalam aturan, jika lebih dari dua kali tertangkap, ketiga kalinya akan masuk dalam tindak pidana,” jelas Farida.

Sesuai dengan Perda No. 3 tahun 2012, siapapun yang mengedarkan garam non yodium, dapat dipidakan kurungan selama 6 bulan dengan denda Rp 6 juta. Kata Farida, memang masih banyak garam non yodium yang beredar. Tapi dalam hal ini, pihaknya sebagai bagian dari tim gangguan akibat kekurangan yodium (Gaky). Selain Satpol PP, terdapat juga pihak dari dikes dan disperindag. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks