alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Lotim Kekurangan Tenaga Gizi

SELONG-Tenaga gizi memiliki peran penting dalam mencegah kenaikan angka gizi buruk dan stunting. Hanya saja, sampai saat ini Lombok Timur masih kekurangan tenaga tersebut secara kuantitas. “Masih jauh dari kata cukup,” kata Kasi Gizi, Bidang Kesmas, Dinas Kesehatan Lotim Hj Herni Widiyanti, kemarin (14/3).

Master gizi tersebut menerangkan jika saat ini jumlah tenaga gizi di puskesmas sebanyak 92 orang. Jumlah tersebut terdiri dari fungsional PNS sebanyak 54, dan honorer sebanyak 38 orang. Sementara di RSUD Selong terdapat sebanyak 9 orang. Ditambah rumah sakit swasta sebanyak 4 orang. “Total tenaga gizi yang kita miliki di Lotim sekitar 105 orang,” terangnya.

Kata Herni, tenaga sebanyak 92 di puskesmas harus mengurus 254 desa dengan total 124.269 balita di tahun 2019. Tentu tak cukup. Selama ini, biasanya para tenaga gizi dibantu oleh petugas dari puskesmas dan kader posyandu. Hanya saja,  penanganan akan berbeda jika bukan dikerjakan oleh ahlinya. Karena itulah, kebutuhan tersebut setidaknya harus bisa dipenuhi dengan melakukan perekrutan.

Sementara itu, pada CPNS 2018 lalu, kuota untuk ahli gizi hanya dua orang. Kata Herni, angka tersebut sangat tidak signifikan. Biasanya, tenaga gizi yang bekerja di puskesmas merupakan lulusan D-3. Ia menerangkan, tenaga gizi di Lotim sudah banyak yang menyandang gelar sarjana dan bahkan master.

Saat ini, Bupati Lotim baru saja mengeluarkan SK baru tim penanggulangan gizi buruk. Herni menjelaskan, dengan adanya tim tersebut, diharapkan pihaknya bisa lebih maksimal menanggulangi angka gizi buruk yang terennya setiap tahun menurun.

Tapi meskipun angkanya menurun, Herni tak menapikan adanya fenomena gunung es. “Dipermukaan sudah ditangani, tapi yang luput dari penanganan ini masih banyak. Karena itu, kita tekankan kepada tenaga di puskesmas untuk terus melakukan pemantauan. Meskipun sudah di atas usia lima tahun,” terangnya.

Sebelumnya, Kabag Kesra Sekda Lotim H Ahmad menerangkan, jika pihaknya akan melakukan percepatan penanganan gizi buruk. Ia menegaskan, percepatan tersebut tak bisa hanya mengandalkan satu OPD terkait, akan tetapi lintas sektor. Terutama lemdes yang dianggap paling mengetahui kondisi masyarakat. “Di sinilah kita butuh radar dari kadus dan kader yang berada di desa. Sehingga tidak ada lagi informasi yang terlambat diketahui,” kata Ahmad. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks