alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Membaca dan Bercerita di Ruang Baca Anak DPK Lotim

Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lotim baru tiga bulan berjalan. Namun layanan yang baru seumur jagung itu sudah menarik perhatian banyak sekolah. Tempat itu dikhususkan bagi murid TK, RA, dan SD. Apa saja yang membuat anak betah dan bahagia di dalam sana?

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

=============================

Ribuan buku tersaji rapi dalam rak buku warna-warni. Lantainya diberikan permadani. Dindingnya juga mengandung warna pelangi. Tempat itu berbeda dari ruang baca lainnya. Sebab ruang itu memang khusus untuk anak-anak. Para bidadari guru dan orang tua.

Pagi jelang siang itu, Murni Rahmawati, penanggung jawab ruang baca anak sedang berkemas. “Kebetulan hari ini tidak ada jadwal kunjungan. Jadi kami manfaatkan untuk merapikan koleksi,” kata Murni kepada Lombok Post.

Ruang baca anak ini mulai ada awal Januari 2019 lalu. Tempatnya terletak di bawah ruang perpustakaan umum. Awalnya, program kunjungan sekolah tetap berjalan. Tapi anak-anak hanya bermain dan naik ke lantai dua untuk membaca buku.

Kata Murni, tingginya tingkat kunjungan anak-anak menjadi salah satu penyebab mengapa ruang baca anak itu dibangun. Di satu sisi, anak bisa saja menganggu pemustaka dewasa yang sedang khusuk membaca. Di sisi lain, anak juga terkadang kasihan naik ke lantai dua. Belum lagi jika jumlah mereka banyak. Bisa berebutan, dan membuat guru pendamping kewalahan. Nah, dengan adanya ruang khusus baca anak, sekarang guru bisa leluasa.

“Di sini kita memiliki koleksi buku cerita yang sangat lengkap. Di samping itu, ada juga alat peraga edukasi (APE) yang standar,” terangnya.

APE tersebut berupa lalu lintas, puzzle angka, gambar, dan lainnya. Selain itu terdapat juga bola mainan, juga boneka yang digunakan mendongeng. Murni menerangkan, pihaknya sudah mengirim surat untuk semua RA,TK, dan SD. Dalam surat itu, disertai nomor kontak penanggung jawab.

Setiap ada sekolah yang ingin melakukan kunjungan, mereka harus memberi informasi minimal dua hari sebelumnya. Ruangan itu sendiri menampung 40 anak. Kata Murni, terkadang ada guru yang membawa 80 siswanya. Jika demikian, anak akan dibagi jadi dua.  Satu kelompok di luar melakukan senam, dan permainan outdoor lainnya. Kelompoknya lainnya berada di dalam ruangan. Begitu seterusnya secara bergantian.

Murni menjelaskan, sampai saat ini sekolah yang datang berkunjung masih sekitaran Kecamatan Selong. Paling jauh dari Masbagik. Untuk itu, ia berharap jika ruangan tersebut setidaknya bisa lebih besar. Melihat antusias kunjungan anak. “Karena tidak mungkin kita meminta gurunya membawa separo muridnya,” terangnya.

Di dalam sana, ruang baca anak memiliki program membaca dan bercerita. Jadi anak yang sudah membaca, diminta untuk menceritakan kembali apa yang sudah dibacanya. “Mereka bisa  dengan gaya mendongeng, atau hanya sharing biasa,” kata Murni.

Kasi Layanan dan Otomasi Bidang Pelayanan DPK Lotim L Nasrun mengatakan, harapan ke depannya adalah perputakaan memiliki ruang baca khusus anak disabilitas. “Intinya ramah anak berkebutuhan khusus. Seperti ada jalan untuk kursi rodanya, dan juga lengkap koleksi brailenya untuk yang tunanetra,” kata Nasrun. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks