alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Keluh Kesah PKL di Eks Taman Rinjani Selong

Setiap kali ada petugas yang datang mengecek kondisi eks Taman Rinjani Selong, para pedagang kaki lima (PKL) mengaku senang. Katanya mereka ada harapan. Tapi sayang, belum ada kepastian tentang pembangunan tersebut.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

=============================

Jumat yang cerah. Beberapa tikar dan karpet digelar dengan terpaksa di atas tanah. Sebagian lagi dipaksakan di tengah trotoar pembatas jalur dua. Itu tempat orang berjalan kaki. “Dulu semasih ada taman, kita gelar di tikar di tengah taman, penuh itu. Tidak seperti sekarang, sembarangan,” kata Erni yang merupakan salah seorang pedagang di sana.

Taman Sadir Square yang dirancang pada masa pemerintahan Bupati Ali BD itu memang masih menyisakan tanda tanya. Tak hanya kata ‘mengapa’ gagal dibangun. Melainkan juga kapan dibangun kembali. Apakah selamanya akan dibiarkan rata begitu saja?

Erni tak mengetahui banyak hal tentang hal tersebut. Begitu juga dengan para PKL di sekitar eks Taman Rinjani Selong. Apa yang diketahui hanya ada pembangunan yang gagal, yang kemudian berdampak besar pada penghasilannya. “Dulu bisa dapat Rp 1 sampai 2 juta per hari. Sekarang paling ramai Rp 800 ribu,” terang Erni.

Bukanya pun sampai malam. Kata Erni, musim hujan tak menjadi persoalan. Justru di sanalah orang-orang ramai berdatangan. Karena berteduh, atau mencari kehangatan dengan mengisi perut yang keroncongan. Erni yang menjual soto dan es kelapa muda mengaku hampir setiap hari mengharapkan taman itu segera dibangun kembali.

Saat ini, para pemuda memang beralih ke Taman Tugu Selong yang terletak di samping Masjid Agung Al Mujahidin Selong. Depan pendopo Bupati Lotim. Taman Tugu jadi semakin ramai. Apalagi malam Minggu. Menurut Erni, kekesalan para pedagang justru di saat yang biasanya ramai tersebut.

Tapi mereka tetap bertahan. Ada atau tidak adanya taman. Pembeli pasti ada. Lantas bagaimana tanggapan masyarakat Selong. Siang itu, Syarif warga Pancor yang sedang melintas mengatakan tak menaruh harapan banyak pada pemerintah. Karena ada atau tidak adanya taman, pengelolaan taman juga tidak pernah memuaskan.

Ia menjelaskan jika masyarakat tidak bisa leluasa berkegiatan di taman. Padahal salah satu fungsi dari alun-alun kota adalah tempat berkegiatan anak muda. “Kalau nanti taman ini dibuat kembali, harapannya ya dikelola dengan baik,” kata Syarif.

Menurut Syarif, semua pasti merindukan adanya taman di depan makam pahlawan tersebut. “Karena kalau seperti ini, malam harinya malah jadi ngeri. Gelap dan tak ada lampu. Malah dijadikan tempat berbuat yang tidak-tidak sama pemuda-pemudi,” ungkapnya. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks