alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Pengerukan Kolam Labuh Dermaga Labuhan Haji Rampung

SELONG-Pengerukan kolam labuh dermaga Pelabuhan Labuhan Haji dihajatkan agar kapal-kapal besar bisa berlabuh di sana. Dengan begitu diharapkan pemasukan akan bertambah. Kini, setelah pengerukan rampung, apakah pelabuhan tersebut benar-benar bisa menghasilkan?

“Selama ini banyak yang pesimis melihat pelabuhan yang tak kunjung rampung pengerjaannya, tapi saat ini hal itu sudah terbukti” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Daeng Palori saat serah terima hasil pengerjaan di atas kapal pengeruk, belum lama ini.

Daeng yang hadir bersama Wakil Bupati Lotim H Rumaksi sama-sama percaya bahwa dermaga tersebut bisa mengembalikan kejayaan Labuhan Haji di masa lampau. Kolam labuh yang dikeruk dengan kedalaman mencapai 7 sampai 8 meter itu jawabannya. “Untuk itu pemkab akan berupaya memaksimalkan pelabuhan ini,” kata H Rumaksi.

Lapangan kerja merupakan salah satu dari sekian tujuan dibangunnya dermaga di Labuhan Haji. Meski sudah terlihat, namun sayangnya tujuan tersebut belum tercapai dengan maksimal.

Saat ini, yang bisa dirasakan warga adalah pengarungan cangkang kemiri dan sawit yang dibutuhkan petani tembakau. Setiap hari, beberapa warga bekerja harian untuk mengarungkan ribuan ton cangkang sawit. “Kita diupah Rp 850 per karung,” kata salah seorang warga Desa Labuhan Haji Saruji.

Saruji mengatakan, ia dan puluhan warga lainnya mampu mengerjakan seratus sampai tiga ratus karung per hari. Artinya, jika seratus, ia hanya mendapat Rp 85 ribu. Menurut Saruji, kecilnya jumlah upah membuat kebanyakan warga enggan mencari uang di sana. “Jarang yang mau, soalnya panas,” ujarnya.

Pekerja dari Labuhan Haji lainnya Amaq Aman. Dia mengatakan selain upah minim, stok barang yang dikerjakan juga tidak selalu ada. Jika tidak ada, mereka mengaku akan kembali bekerja harian di tempat lainnya. “Harapan kita upahnya bisa lebih besar. Jadi warga juga banyak yang mau bekerja di sini,” kata Aman.

Cangkang sawit yang dikerjakan warga Labuhan Haji tersebut merupakan usaha milik PT Tumbuh Jaya Sentosa. “Dalam satu tahun kita mendatangkan 4.500 ton cangkang sawit,” kata Marketing PT Tumbuh Jaya Sentosa Budi Jatmiko.

Menurut Budi, adanya cangkang sawit yang dikelola tersebut membantu warga dalam mendapatkan lapangan pekerjaan. Namun ketika ditanya mengenai upah mengarungkan yang diberikan kepada pekerja, Budi mengatakan harga tersebut sudah sangat tinggi. Karena itu, ia berharap jika sewa lahan per tahun bisa lebih murah dari biasanya.

“Kalau Rp 50 juta per tahun, bisa penuh lahan ini. Jadi semakin banyak barang, semakin banyak pekerjanya,” kata Budi. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks