alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Sekda Lotim : 422.176 Keluarga Terima Bantuan Dampak Korona

SELONG-Pemkab Lotim sedang bersiap menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap kedua. Untuk itu, Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Lotim melakukan pertemuan dengan pemkab. Hearing pemkab dengan FKKD itu difasilitasi Polres Lotim, kemarin (15/6).

“Kami sudah menerima aspirasi dari FKKD terkait klarifikasi data penerima JPS tahap dua ini,” kata Sekda Lotim HM Juaini Taofik usai pertemuan tersebut.

Klarifikasi data tersebut dilakukan karena  tidak sedikitnya desa yang mengalami pengurangan jumlah penerima. Kata Taofik, menerima permintaan FKKD yang meminta agar pemkab melakukan perbaikan data. Terutama bagi yang jumlah penerimanya di tahap kedua ini berkurang. “Silakan kami berikan waktu 3×24 jam. Apabila lebih dari itu, kami tidak menerimanya,” tegas Taofik.

Menurutu Taofik, secara umum, penerima JPS kabupaten tidak berkurang. Malah bertambah dari 70.286 di tahap pertama menjadi 76.285 di tahap kedua. Namun memang ada beberapa desa yang jumlah penerimanya berkurang karena penerima terdata juga menerima BPNT. “Ada beberapa desa yang seperti itu,” jelasnya.

Pengurangan jumlah penerima pada dasarnya disebabkan oleh karena adanya tambahan penerima BPNT di desa tersebut. Penambahan tersebut secara umum cukup signifikan. Kata Taofik, ada penambahan 20 ribu KK untuk BPNT dan 30 ribu KK untuk JPS Gemilang.

Sebenarnya, kalau dihitung dari jumlah penerima lima jenis bantuan pemerintah, total sudah ada 422.176 KK yang sudah mendapat paket bantuan. “Itu angka yang fantastis,” ujar Taofik.

Ia menegaskan, adanya pemberian batas waktu untuk mengklarifikasi data oleh pemdes dilakukan untuk meminta peran aktif desa. Perbaikan tersebut tidak bisa diwakili. “Karena hanya desa tertentu itulah yang paling memahami kondisi warganya,” terang dia.

Ketua FKKD Lotim Khaeri Fathullah menerangkan, sebagian besar desa di Lotim mengalami pengurangan jumlah penerima JPS kabupaten tahap kedua. Ia meminta kepada desa agar menyelesaikan masalah datanya masing-masing. “Yang jelas pemkab sudah buka diri terkait masalah perbaikan data ini,” kata Khaeri. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Anak Tak Lulus Zonasi, Orang Tua di Mataram Serbu Dikbud NTB

Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Pak Wali..!! Kelurahan Cakra Barat Butuh APD Segera

Kelurahan Cakranegara Barat, salah satu wilayah yang berstatus zona merah di Mataram. Tidak main-main. Sebanyak 27 warga kelurahan ini dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Warga kelurahan ingin status wilayah tempat tinggalnya keluar dari zona merah. Mereka butuh bantuan pemerintah.

Penanganan Kasus Pernikahan Sejenis Dialihkan ke Polres Lobar

Kasus pernikahan sesama pria  SU alias Mita dengan MU menyeret pejabat yang mengeluarkan rekomendasi dan menerbitkan surat nikah. Yakni  Kepala Lingkungan (Kaling) Pejarakan, Lurah Pejarakan Karya, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ampenan

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks